FAJARSUKABUMI - Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kabupaten Sukabumi Andi Rahman menegaskan pentingnya program Keluarga Siaga Dukung Kesehatan Siap Hadapi Masa Depan (SIGAP).
Terutama dalam mendukung Kesehatan keluarga.
"Keluarga SIGAP mengusung semangat untuk menjadikan setiap keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga Kesehatan," ujarnya
Baca Juga: Nyaris Tertabrak Kereta di Perlintasan Rel Pangadegan Sukabumi, Ibu dan Anak Selamat dari Maut
Apalagi menurutnya, pendekatan yang luar biasa dilakukan SIGAP ini. Hal itu dengan pendekatan berbasis peran aktif dan partisipasi masyarakat.
"Melalui pendekatan ini, sehingga seluruh komponen berusaha membangun kesadaran dan kapasitas keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan yang ada," ucapnya.
Sementara itu Sovereign & Private Sector Engagement, Resource Mobilization GAVI, Alia Poonawala, mengatakan bahwa program Keluarga SIGAP adalah upaya bersama didasari semangat kolaborasi dan sinergitas.
Baca Juga: TPST Berbasis RDF di Sukabumi Siap Diresmikan, Digadang Jadi Proyek Percontohan Nasional
"Tadi saya sudah melihat kelas ibu baduta di posyandu, saya melihat begitu semangatnya ibu-ibu kader dan bagi saya ini sangat sangat luar biasa" pungkasnya.
Artikel Terkait
HIPMA Sukabumi Desak Peran Nyata Pemuda Wujudkan Sukabumi Mubarokah, Soroti Isu Kesehatan hingga Sosial
Bupati Sukabumi Berbicara Kesehatan, Ternyata Ini Harapannya
Pemkab Sukabumi Gagas Layanan Kesehatan Gratis Cukup dengan KTP, Gantikan BPJS Tidak Aktif
Pelayanan Kesehatan Gratis di Puskemas Diluncurkan, Asep Japar : Cukup Bawa KTP Saja
Menkes Budi Minta MK Tolak Seluruh Gugatan IDI, Klaim UU Kesehatan Selaras dengan Sistem Hukum
Negosiasi Kemenag RI Tembus Pemerintah Arab Saudi, Klinik Kesehatan untuk Jemaah Haji Indonesia Diizinkan Beroperasi Lagi
Seskab Teddy Jelaskan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Menkes Budi: Hanya Bahas Isu Kesehatan
Waspada! Berikut Ini Bahaya Makan Daging Kambing Dengan Durian Secara Medis Untuk Kesehatan
Cegah Perundungan di SD, Jamkrindo Perluas Edukasi Kesehatan Mental di Jawa Barat
418 Jemaah dari Indonesia Meninggal Dunia saat Haji, Kemenkes Tegas Minta Seleksi Kesehatan Makin Diperketat