Sebagai upaya memperkuat pengelolaan zakat hingga ke akar rumput, Baznas juga merencanakan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa. Selain itu, Baznas juga akan membentuk Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia yang bertujuan memperkuat jaringan kelembagaan dan profesionalisme para pengelola zakat.
Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterima. Ia mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk terus mendorong gerakan zakat sebagai instrumen penting dalam pembangunan daerah.
“Zakat bukan hanya ibadah individu, tapi juga instrumen sosial yang memiliki kekuatan besar dalam menurunkan angka kemiskinan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Baznas dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat,” ujar Asep Japar usai menerima penghargaan.
Baca Juga: Cek Harga Buyback Emas Antam Kamis 28 Agustus 2025, Naik Lagi
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan terus memperkuat sinergi antara OPD, UPZ, dan lembaga-lembaga zakat di daerah untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah.
Artikel Terkait
PBNU Angkat Bicara Soal Usulan Zakat Bantu Danai Makan Bergizi Gratis: Hati-hati
Istana Akhirnya Tanggapi Usulan DPD Soal Makan Bergizi Gratis Dibiayai dari Zakat: Memalukan!
Waspada! Inilah Hukuman Bagi Orang Yang Enggan Mengeluarkan Zakat, Serem Banget!
Prabowo: Zakat adalah Manifestasi Keadilan Sosial
Prabowo: Zakat Harus Transparan dan Efektif, Sampai ke Rakyat yang Membutuhkan
Sri Mulyani: 'Pajak Sama Dengan Zakat', Jangan Keliru! Berikut Penjelasan Sesuai Syariat Islam
Wali Kota Sukabumi Raih BAZNAS Award 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat