FAJARSUKABUMI - Seorang petani di Kampung Tanjungsari Desa Jatisari Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur tewas tersambar petir, Sabtu, 15 Februari 2025. Saat kejadian, korban tengah berteduh di sebuah gubuk.
Peristiwa bermula saat Bani (55) dan istrinya, Ela (50), tengah menggarap lahan sawah. Namun, di tengah beraktivitas, turun hujan.
Intensitasnya tak terlalu sedang atau besar. Bani dan istrinya kemudian memilih untuk berteduh.
Baca Juga: Lansia Korban Tersiram Minyak Goreng Panas Meninggal Dunia di RS Bunut Kota Sukabumi
Terdapat sebuah gubuk di sekitar sawah mereka. Lalu, Bani dan istrinya berteduh di tempat itu.
Tak berselang lama tiba-tiba ada petir. Kilatannya menyambar pohon jati sekaligus gubuk yang jadi tempat berteduh korban dan istrinya.
Korban langsung terkapar. Sedangkan istrinya selamat.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Korban Meninggal Dunia akibat Alkohol Racikan di Cianjur jadi 9 Orang
Istri korban segera meminta pertolongan warga setempat. Saat dicek, korban tak bernapas.
"Warga kemudian membawa jenazahnya ke rumah duka," kata Beni Anwar, warga setempat, kepada wartawan, Sabtu malam.
Setelah dimandikan dan disalatkan, jenazah korban pun dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
"Tadi langsung dimakamkan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Diduga Usai Tenggak Alkohol 70 Persen Dicampur Minuman Energi, Remaja 'Anak Punk' di Cianjur Ditemukan Tewas
Seorang Lelaki di Sukabumi Hendak Bunuh Diri dari Atas Tower, Selamat Berkat Kesigapan Anggota Polisi
5 Kasus Pencabulan Anak dibawah Umur Terungkap Polres Sukabumi, Salah Satu Guru Ngaji Jadi Tersangka
Lansia Korban Tersiram Minyak Goreng Panas Meninggal Dunia di RS Bunut Kota Sukabumi