FAJARSUKABUMI - Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan.
Namun, momentum penting untuk memperkuat komitmen terhadap cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Pendidikan tidak boleh ada diskriminasi atas dasar apapun. Ini adalah hak seluruh anak bangsa," tegasnya.
Apalagi,pendidikan sejatinya adalah proses membentuk kepribadian, menanamkan akhlak mulia, dan membangun peradaban bangsa.
Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai agen perubahan.
"Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana, transformasi digital, dan peningkatan kesejahteraan guru," ucapnya.
Guru diharapkan tidak hanya menjadi fasilitator, tetapi juga mampu berperan sebagai mentor dan konselor bagi peserta didik.
Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotongroyong mewujudkan pendidikan yang bermutu, merata, dan berkeadilan sebagai bentuk nyata partisipasi dalam membangun bangsa.
"Di Kota Sukabumi, pendidikan adalah jalan utama dalam mewujudkan masyarakat yang IMAN—Inovatif, Mandiri, Agamis, dan Nasionalis. Inilah komitmen kami untuk memanusiakan manusia melalui pendidikan yang berkarakter," pungkasnya.