FAJARSUKABUMI- Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyebutkan ada tiga instrumen sosial di daerahnya. Hal itu setelah adanya program dana abadi wakaf yang diprakarsainya.
"Kota Sukabumi memiliki tiga instrumen untuk kegiatan sosial. Pertama itu Baznas, Forum CSR, dan dana abadi wakaf," ujarnya saat meluncurkan program Kota Sukabumi Nyaah Ka Idung di Balai Kota Sukabumi, Jumat, 11 April 2025.
Bahkan untuk dana abadi wakaf akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Meskipun saat ini masih relatif kecil.
Baca Juga: Indonesia Siapkan Langkah Negosiasi Hadapi Tarif AS, Meski Posisi Dubes di Washington Masih Kosong
"Meskipun dana abadi wakaf masih sangat kecil, mudah-mudahan instrumen dana sosial ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat," ucapnya.
Tak hanya itu saja, dirinya pun memiliki impian mengratiskan biaya kesehatan bagi masyarakat. Terutama ketika RSUD R Syamsudin SH (Bunut) sudah bagus.
"Apabila Bunut sudah bagus, alokasi anggarannya bisa untuk BPJS gratis kepada masyarakat yang kurang mampu," ungkapnya.
Sementara untuk program Sukabumi Nyaah Ka Indung, menekankan pentingnya dukungan bagi kaum ibu dan lansia yang kurang mampu.
Maka dari itu, akan ada bantuan yang disalurkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
"Ada beras dan yang lainnya. Intinya bagaimana anak-anak menyayangi orangtua yang tak mampu," pungkasnya.
Artikel Terkait
Di Momen Halal Bihalal, Bupati Sukabumi Ajak Masyarakat Lakukan Ini
Hadiri Reuni, Ayep Zaki : Pencapaian Jadi Wali Kota Berkat SMKN 1 Sukabumi
Ternyata Inilah Impian Ayep Zaki Terhadap Kota Sukabumi
Berhasil Tangani Sampah, Anggota Dewan Sukabumi Beri Apresiasi
Lahan Pertanian Gagal Panen Diduga Aktivitas Tambang, Pemda Sukabumi Bakal Sidak Beberapa PT di Kecamatan Simpenan
Berbicara PAD Kota Sukabumi, Begini Strategi Ayep Zaki
Hari Pertama Kerja, Ayep Langsung Ultimatum ASN Kota Sukabumi
Seleksi Paskibraka 2025 Dimulai, Pemda Sukabumi Fokus Cetak Generasi Muda Unggul dan Berkarakter
Dedi Suruh Wali Kota Sukabumi Bersepeda, Ini Alasannya
Ayep Sebut Akan Ada Sukabumi Emas Sebelum Indonesia Emas