news

Pengakuan Inggris atas Palestina Disambut Dunia, Israel Ancaman Balas dengan Aneksasi Tepi Barat

Selasa, 23 September 2025 | 11:00 WIB
erdana Menteri Inggris, Keir Starmer (kiri) akui Palestina merdeka di tengah Menteri Keamanan Israel, Ben Gvir (kanan) desak pencaplokan Tepi Barat. ((Instagram.com/@keirstarmer - @otzma_yehudit))

Ia mendesak Perdana Menteri Netanyahu untuk segera bertindak dengan menyatakan kedaulatan penuh atas Yudea dan Samaria—wilayah yang oleh masyarakat internasional dikenal sebagai Tepi Barat.

“Bapak Perdana Menteri, waktunya sekarang dan ada di tangan Anda,” imbuhnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan penolakannya terhadap langkah negara-negara Barat. Ia menyebut pengakuan terhadap Palestina sebagaihadiah bagi terorisme” dan menyatakan bahwa negara Palestina tidak akan pernah berdiri di sebelah barat Sungai Yordan.

 Baca Juga: Debby, Motivator & Hipnoterapis yang Menghadirkan Ketenangan untuk Umat

“Kita juga perlu berjuang, baik di PBB maupun di semua arena lainnya, melawan propaganda palsu yang ditujukan kepada kita,” ujar Netanyahu.

Netanyahu memastikan, Israel akan menyuarakan sikapnya secara resmi dalam Sidang Umum PBB yang akan digelar pekan depan.

Dari pihak Palestina, pengakuan resmi sejumlah negara Barat disambut sebagai sinyal positif di tengah krisis yang masih berlangsung.

Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, menyebut keputusan Inggris dan negara lainnya sebagai pesan penting bagi rakyat Palestina.

 Baca Juga: Aturan Penggunaan Sirene dan Strobo Sudah Jelas: Masyarakat Diminta Aktif Awasi Pelanggaran

Ini adalah pesan harapan bagi rakyat Palestina, pesan harapan untuk negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat,” ujarnya dalam konferensi pers di Ramallah.

Ia juga mengecam tindakan Israel yang dianggap sebagai upaya sistematis untuk menghapus eksistensi rakyat Palestina, budaya, dan masa depan mereka.

Langkah pengakuan ini menandai babak baru dalam perjuangan Palestina, namun juga meningkatkan ketegangan di kawasan. Di saat banyak negara memandangnya sebagai peluang menuju perdamaian, Israel justru menyikapinya sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatannya.

 Baca Juga: Kang Lepi Selesaikan Reses, Perjuangkan 3 Aspirasi Utama Masyarakat

 

 

Halaman:

Tags

Terkini