news

Perang Dagang AS vs China Turun Tensi usai Daftar Hitam Ekspor Paman Sam Ganggu Gencatan Ekonomi Tirai Bambu

Senin, 27 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. ((Instagram.com / @realdonaldtrump - @xi_jinping_))

“Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada China dan AS, tetapi juga mengganggu rantai pasok global,” kata Li Chenggang di sela pertemuan KTT ASEAN, Malaysia, pada hari yang sama.

Kondisi tersebut membuat hubungan dagang kedua negara berada di titik rawan. Meski begitu, negosiasi di Kuala Lumpur dianggap sebagai langkah awal untuk meredakan ketegangan dan mencari keseimbangan kepentingan.

Berdasarkan laporan Reuters, Presiden Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke Asia selama 5 hari dengan agenda di Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan. 

Baca Juga: Tak Terkalahkan! Borneo FC Kembali Raih Kemenangan Usai Libas Arema FC :Makin Nyaman Di Puncak Klasemen

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menuturkan, pertemuan langsung Trump dengan Xi Jinping di Seoul pada 30 Oktober 2025 mendatang menjadi fokus utama perjalanan tersebut.

“Pertemuan nanti akan menjadi ajang uji kemampuan negosiasi Trump di tengah tekanan perang dagang dan geopolitik,” ujar Scott Bessent di Washington, AS, pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Scott menjelaskan, pertemuan itu bersifat informal namun penting secara simbolik untuk menjaga komunikasi antara kedua pemimpin.

Baca Juga: Lepas Cabor Panjat Tebing ke Babak Kualifikasi Porprov, Ketum KONI: Cianjur Pernah Lahirkan Atlet-Atlet Nasional!

Meski tidak diharapkan menghasilkan kesepakatan besar, pertemuan ini bisa membuka peluang kompromi. 

Beberapa opsi yang dibahas antara lain perpanjangan tarif yang berlaku, pembelian produk pertanian AS oleh China, atau pelonggaran ekspor chip komputer berteknologi tinggi ke Beijing.

Kabar positif dari Kuala Lumpur disambut baik oleh pasar global. Bursa saham di Asia dan Amerika mencatat penguatan tipis setelah laporan pembahasan berjalan lancar. 

Baca Juga: Pemuda Didorong Jadi Penggerak Inovasi dan Kolaborasi di Sukabumi

Dari sisi pasar bagi para investor, kini terdapat peluang bagi kedua negara untuk memperbaiki hubungan dagang dan menekan ketidakpastian ekonomi.

Meski demikian, dunia berharap pertemuan antara Trump dan Xi bisa menghasilkan komitmen yang lebih stabil dalam sisi perang dagang yang kian panjang. 

 

Halaman:

Tags

Terkini