FAJARSUKABUMI - Dua negara ekonom(Instagram.com / @realdonaldtrump - @xi_jinping_)i terbesar di dunia, Amerika Serikat (AS) dan China mulai menurunkan tensi perang dagang setelah pejabat ekonomi kedua negara bertemu di Kuala Lumpur, Malaysia.
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif hingga 100 persen terhadap produk China mulai 1 November 2025.
Ancaman itu menjadi respons atas keputusan Beijing yang memperluas pengendalian ekspor logam tanah jarang dan mineral penting bagi industri teknologi dunia.
Baca Juga: Unjuk Kemampuan di Babak Kualifikasi Porprov, Judoka Cianjur Raih 4 Medali
Terkini, situasi dinilai mulai mencair setelah kedua pihak menyatakan kesediaan untuk melanjutkan dialog.
Negosiasi AS dan China yang dilakukan di sela KTT ASEAN, menjadi upaya penting untuk mencegah eskalasi konflik dagang yang berpotensi mengguncang ekonomi global.
Berdasarkan laporan dari tim juru bicara Kementerian Keuangan AS, pertemuan itu juga dimaksudkan untuk mematangkan agenda pertemuan Trump dengan Presiden China, Xi Jinping yang dijadwalkan pekan depan.
Baca Juga: Wali Kota Sukabumi dan Menpora Erick Thohir Bahas Penguatan Pembinaan Olahraga Daerah
“Tingkat pembahasan sejauh ini sangat konstruktif, dan kami berharap dapat melanjutkannya besok pagi,” ujar pejabat kementerian keuangan AS sebagaimana dikutip dari Reuters, pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Di sisi lain, langkah Washington memperluas daftar hitam ekspor yang mencakup ribuan perusahaan China menjadi sumber utama meningkatnya ketegangan dagang.
Banyak perusahaan teknologi di China kehilangan akses terhadap perangkat keras dan perangkat lunak asal AS.
Baca Juga: Wali Kota Sukabumi dan Menpora Erick Thohir Bahas Penguatan Pembinaan Olahraga Daerah
Diketahui, juru bicara kementerian keuangan China, Li Chenggang, pihaknya telah memperketat ekspor logam tanah jarang yang menjadi bahan penting bagi industri global seperti mobil listrik dan semikonduktor.
Artikel Terkait
Ketegangan Meningkat Imbas Tarif Resiprokal, China dan AS Bakal Berunding di Jenewa
Kala Prabowo Sebut Penjajah Belanda Keruk Kekayaan RI Senilai 31 Triliun Dolar AS, Setara 140 Tahun APBN
Perang Berkecamuk di Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump Sesumbar Iran Bukan Tandingan Israel
Usai Rapat Intelijen, AS Tuding Iran Produksi Bom Nuklir dalam Hitungan Pekan ke Depan
Pejabat Senior AS Bocorkan Amerika Serikat Bersiap Lakukan Serangan usai Iran Nyatakan Tak akan Menyerah pada Israel
Rusia Peringatkan AS dan Israel: Pembunuhan Khamenei Akan Membuka ‘Kotak Pandora’
Ramai 'Kursi Kosong' Dubes RI di AS-PBB, Istana Kini Sebut Nama Calonnya Sudah di Tangan Prabowo
Bantah Rencana Trump, Araghchi Klaim Iran Tak Berniat Mulai Lagi Bahas Kesepakatan Nuklir dengan AS
Sorotan Khusus: AS Surati Dewan Keamanan PBB usai Sempat Menyerang 3 Fasilitas Nuklir Iran
Ratusan Ribu Perempuan AS Mundur dari Dunia Kerja, Kebijakan Kantor Penuh Jadi Sorotan