Dalam diskusi yang dihadiri lebih dari 200 mahasiswa UNDIP ini, CEO Promedia Agus Sulistriyono mengungkap banyak jalan menjadi seorang pebisnis, misalnya dengan menjadi pengusaha kuliner, craft (kerajinan), dan usaha mainstream lainnya.
Namun menurutnya, ada satu lini bisnis yang masih jarang dilirik anak muda, yakni pengusaha media.
Agus mengatakan, kebiasaan membuat konten di era digital yang suka dilakukan anak-anak muda dapat menjadi jalan bagi seseorang untuk memulai bisnis media dan menjadi mandiri secara ekonomi.
Baca Juga: Puluhan Personel Polres Sukabumi Kota Sumbangkan Darah, Ini Tujuannya
Terkait hal itu, Agus mengungkapkan Promedia mempunyai banyak program yang dapat membantu para content creator untuk mendapatkan penghasilan.
"Bagi yang sudah berpengalaman, bisa menjadi mitra kami sebagai mediapreneur, pengusaha media," ujar CEO Promedia ini.
Lebih lanjut, Agus mengungkap adanya program contentpreneur bagi individu yang memiliki bakat atau keahlian dalam membuat konten. Lantas, bagaimana cara creator content mendapatkan pendapatan yang tinggi?
Baca Juga: Puluhan Personel Polres Sukabumi Kota Sumbangkan Darah, Ini Tujuannya
CEO Promedia itu menerangkan, kolaborasi atau kerja sama yang tepat akan membuat para kreator konten mendapatkan pendapatan yang menguntungkan secara ekonomi.
Pernyataan itu juga semakin meyakinkan para peserta Corelab di Kampus FISIP UNDIP, bahwa Promedia memiliki ekosistem media online terbesar di Indonesia.
Selanjutnya, acara BRI Journalism 360 berlanjut di hari berikutnya lewat diskusi bertajuk ‘Mediapreneurtalks: Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan’ di Hotel Aston, Semarang, Jawa Tengah, tepatnya pada Kamis, 24 Oktober 2024.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Ajak NU Bersinergi
Lewat diskusi ini, BRI Journalism 360 mengajak para jurnalis dan pengusaha media di Kota Semarang dan sekitarnya untuk berdiskusi menambah pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan tantangan jurnalisme di era digital.
Ada empat topik utama yang dibahas di diskusi Mediapreneurtalks ini, mulai dari lanskap dan model bisnis media berkelanjutan, tren iklan digital di Indonesia, perubahan algoritma Google, hingga seputar Publisher Right dan pengaruhnya ke bisnis media di Indonesia.