Untuk membahas empat topik besar itu, BRI Journalism 360 menghadirkan empat narasumber khusus, yakni CEO Promedia Agus Sulistriyono, Koordinator Bidang Pelatihan dan Program Jurnalisme Berkualitas Publisher Rights Fransiskus Surdiasis, CEO Props Ilona Juwita, dan GM Media Network Promedia, Agil Hari Santoso.
Dalam kesempatan yang sama, masing-masing pembicara memaparkan gagasan serta pengalamannya terkait topik-topik tersebut..
Agus Sulistriyono misalnya. Sebagai CEO Promedia yang setiap hari selalu menjalin komunikasi dengan beragam pebisnis media, Agus meyakini bahwa bisnis informasi tidak akan pernah mati, namun hanya mediumnya yang akan berganti seiring dengan zaman.
Baca Juga: Atasi Nyeri Sendi dengan Ramuan Alami Bonggol Nanas dan Air Kelapa Muda
“Saya punya keyakinan bahwa bisnis informasi tidak akan pernah mati. Tapi medium akan silih berganti. Bangun brand media kita dengan konten berkualitas agar bisnis bisa berkelanjutan. Apapun mediumnya,” ujar Agus.
Mendukung pernyataan tersebut, CEO Props Ilona Juwita mengajak para pelaku media untuk tetap menjaga kualitas konten di medianya. Ia menyebut, iklan digital ke depan tidak akan hanya sekedar visual namun juga dapat dioptimalkan sesuai dengan karakter konten.
“Iklan itu sekarang gak cuma visual, tapi isinya pesan. Kadang orang buka artikel bola, iklannya soal badminton. Gak masuk ke pembaca meskipun kelihatan. Jadi sekarang kita optimalkan iklan sesuai dengan karakter konten”, tegas Ilona.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Berikan Penghargaan Terhadap Pemuda, Ini Nama-Nama Pemenangnya
Tema jurnalisme berkelanjutan kemudian dipertegas oleh Koordinator Bidang Pelatihan dan Program Jurnalisme Berkualitas Publisher Rights Fransiskus Surdiasis.
Bercerita di hadapan pelaku media di Kota Semarang, Fransiskus meyakini tugas tim Publisher Right dalam menjembatani kerja sama antara perusahaan media di Indonesia dan platform digital seperti Meta, Alphabet, hingga TikTok, dapat mendukung cita-cita jurnalisme berkelanjutan.
Semangat yang sama juga diteruskan oleh narasumber terakhir, Agil Hari Santoso. Sebagai GM Promedia, Agil menjelaskan terkait pengaruh perubahan algoritma yang dilakukan oleh platform digital seperti Google dan bagaimana hal itu dirasakan oleh banyak pengelola media di Indonesia.
Baca Juga: Aksi Zero New Stunting, Bupati Marwan tekankan Peran Nakes di Setiap Puskesmas
"Sebagai platform search engine dengan market share terbesar di dunia, perubahan algoritma yang dilakukan Google pasti memiliki pengaruh ke seluruh website, termasuk ke media online,” kata Agil.
Artikel Terkait
Bupati Sukabumi Ajak NU Bersinergi
Puluhan Personel Polres Sukabumi Kota Sumbangkan Darah, Ini Tujuannya
Akibat Faktor Ekonomi, Dua Gadis di Sukabumi Diamankan Polisi
Jadwal SIM Keliling Rabu, 30 Oktober 2024 di Parungkuda Sukabumi
Sering Suara Anti Korupsi, Ucapan Prabowo Dikomentari Peneliti