FAJARSUKABUMI - Di sela pelantikan PAC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) se-Kabupaten Cianjur, dilakukan juga sosialisasi berbagai program pemerintah. Ada tiga sesi sosialisasi yaitu soal BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta Badan Gizi Nasional (BGN).
Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, mengatakan tiga sesi sosialisasi itu merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat Kabupaten Cianjur. Berkaitan sosialisasi BGN, saat ini program yang sedang jadi perbincangan berkaitan makan bergizi gratis (MBG).
"MBG merupakan program unggulan Pak Presiden Prabowo Subianto," kata Neng Eem di sela kegiatan pelantikan, Rabu, 19 Februari 2025.
Baca Juga: 32 PAC ISNU di Kabupaten Cianjur Dilantik, Komitmen Jalankan Organisasi Sebaik-baiknya
Saat ini, kata dia, BGN sedang merekrut Sarjana Pendamping Pembangunan Indonesia (SPPI). Mereka nantinya akan mengawal program makan bergizi gratis (MBG).
Mereka yang nanti direkrut sebagai SPPI akan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). Mereka akan ditempatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau disebut dapur umum.
"Kebutuhan untuk memberikan makan bergizi gratis ini kan cukup besar. Apalagi ditargetkan tahun ini sebanyak 80 juta penerima manfaat," ungkapnya.
Baca Juga: Singgung Potensi Penyimpangan di Dapur MBG, Prabowo: Pakai Minyak Goreng yang Bersih
Segmen penerima manfaat program MBG tak hanya kalangan pelajar dari tingkat TK sampai SMA/SMK. Tapi juga menyasar segmen balita, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
"Karena mereka lah yang membutuhkan gizi karena sedang masa pertumbuhan. Output makan bergizi gratis itu adalah SDM yang unggul. Maka, asupan gizinya harus dipenuhi sesuai standard," jelasnya.
Neng Eem menyadari betul, program MBG belum seluruhnya merata menjangkau semua segmen sasaran. Terlebih, program tersebut baru digulirkan tahun ini.
"Sedang diupayakan agar skema itu bisa berjalan sesuai rencana beberapa bulan ke depan," tuturnya.
Di setiap SPPG atau dapur umum, kata Neng Eem, BGN akan menempatkan tiga orang SPPI berstatus ASN yang sekarang dalam proses perekrutan. Mereka nanti akan dibantu tenaga kerja yang juga ikut direkrut.
"Prioritasnya rekrutmen tenaga kerja lokal untuk tenaga memasak, mencuci piring, dan sebagainya," pungkasnya.