pemerintahan

Cuaca Capai 46 Derajat di Makkah, PPIH Minta Jemaah Haji Jangan Paksakan Ibadah Sunnah Jelang Kepulangan

Minggu, 15 Juni 2025 | 18:54 WIB
Potret Jemaah haji mulai dipulangkan, PPIH imbau waspadai suhu 46°C dan jaga kondisi fisik jelang perjalanan panjang pulang. (Foto Istimewa )

FAJARSUKABUMI - Memasuki fase pemulangan gelombang pertama jemaah haji Indonesia, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kembali mengeluarkan imbauan penting demi menjaga kondisi fisik para jemaah, khususnya di tengah suhu ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah di Kota Makkah.

Cuaca panas yang menyentuh angka 46 derajat Celcius serta kepadatan di kawasan Masjidil Haram membuat risiko kesehatan meningkat, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok rentan.

"Cuaca siang hari di Makkah mencapai 46 derajat Celcius. Kami mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunnah," kata Wakil Pengendali Teknis Bidang Media Center Haji, Akhmad Fauzin dalam konferensi pers di Makkah, Sabtu 14 Juni 2025.

Baca Juga: BP Haji Bongkar Kronologi Munculnya Isu Pemangkasan 50 Persen Kuota Haji Indonesia Tahun 2026, Singgung Kinerja Kemenag

Fauzin juga mengingatkan bahwa aktivitas fisik berlebih di tengah suhu ekstrem bisa berdampak buruk terhadap kesehatan jemaah.

Fauzin juga mengimbau agar jemaah lebih bijak dalam mengatur waktu ibadah jelang kepulangan ke Indonesia.

"Sebaiknya pilih waktu (ibadah) seperti pagi hari setelah Subuh atau malam hari," tambahnya.

Baca Juga: Ada Jemaah Haji Indonesia yang Tak Kebagian Katering, Menteri Agama Janjikan Kompensasi Uang

Lebih jauh, PPIH juga menyoroti soal pelaporan administratif bagi jemaah yang menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

Jamaah diminta segera melapor ketika tiba di bandara Jeddah atau Madinah demi kelancaran proses keimigrasian.

"Proses pelaporan ini penting agar petugas bisa membantu pengesahan SPLP," jelas Fauzin.

Baca Juga: Pengakuan dari Kemenag, Ini 4 Penyebab Banyak Jemaah Haji Indonesia Tidak Kebagian Tenda saat di Arafah

Pada hari Sabtu (14/6/2025), sebanyak 19 kloter dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui dua bandara utama: King Abdul Aziz (Jeddah) dan Amir Muhammad bin Abdul Aziz (Madinah). Jemaah berasal dari berbagai embarkasi besar seperti Jakarta, Surabaya, Solo, Makassar, dan Medan.

Mengingat panjangnya perjalanan dan proses kepulangan, PPIH kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran.

Halaman:

Tags

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB