FAJARSUKABUMI - Pemerintah Kota Sukabumi mengambil langkah tegas dalam penanganan sampah dengan merombak sistem tata kelola secara menyeluruh. Hal ini disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam rapat presentasi penanganan sampah oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Asep Irawan, Rabu (23/7/2025), di Balai Kota Sukabumi.
Dalam arahannya, Wali Kota menyatakan bahwa sistem lama sudah tidak relevan dan harus diganti. Ia menekankan pentingnya aksi nyata untuk mengatasi permasalahan sampah yang telah berlangsung bertahun-tahun.
“Kita langsung saja bertindak. Kita putuskan untuk mengubah tata kelola sampah ini,” ujar Ayep.
Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp1,97 Juta per Gram, Naik Rp24 Ribu Hari Ini
Wali Kota menyampaikan bahwa ke depan setiap kecamatan akan memiliki titik pengolahan sampah mandiri, dengan tujuh titik untuk area permukiman dan satu titik untuk pasar. Sampah akan dikelompokkan menjadi tiga kategori daur ulang, organik yang dipress hidrolik untuk menurunkan kadar air, serta sampah konstruksi yang dihancurkan secara khusus.
Uji coba akan dimulai di satu kecamatan pada tahun ini, dengan pembiayaan dari APBD. Pemkot juga menekankan pentingnya kedisiplinan ASN dan kolaborasi lintas sektor agar program berjalan optimal.
Kepala DLH Kota Sukabumi, Asep Irawan, melaporkan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul sudah mendekati batas kapasitas. TPA seluas 10,71 hektare menerima 130 ton sampah per hari, namun mayoritas masih dikelola dengan sistem open dumping.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Dukung Majelis Taklim sebagai Pilar Ketahanan Spiritual Warga
Kementerian Lingkungan Hidup telah mengeluarkan teguran dan meminta Kota Sukabumi beralih ke sanitary landfill. Kota juga diminta segera menyusun dokumen perencanaan baru dalam waktu 30 hari.
Sebagai tindak lanjut, DLH merancang strategi jangka menengah mencakup pembangunan sanitary landfill, jembatan timbang, sistem pengelolaan gas metan, insinerator, optimalisasi IPAL, TPS3R, edukasi masyarakat, dan penutupan TPS liar.
Rapat juga dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Bappeda, Camat Cikole dan Warudoyong, serta tim teknis. Diskusi difokuskan pada percepatan implementasi sistem baru dan penyesuaian terhadap arahan pemerintah pusat.
Baca Juga: Cuaca Sukabumi Cerah dan Berawan, Warga Diimbau Tetap Waspada
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, serta mencegah krisis lingkungan akibat kelebihan kapasitas TPA di masa mendatang.(*)