pemerintahan

Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Pertahankan Status UNESCO Global Geopark dengan Predikat Green Card

Rabu, 10 September 2025 | 12:00 WIB
Keindahan Curug Marinjung di Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu | sumber foto: instagram_jihan.nf21

FAJARSUKABUMI — Kawasan Ciletuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menorehkan prestasi internasional. Geopark ini berhasil mempertahankan statusnya sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) dengan predikat Green Card atau kartu hijau.

Predikat tersebut diumumkan setelah kawasan ini dinyatakan memenuhi standar penilaian UNESCO dalam proses revalidasi empat tahunan. Kartu hijau berarti status Geopark Global diperpanjang selama empat tahun, sementara kartu kuning hanya berlaku dua tahun dengan catatan perbaikan. Dari 44 geopark yang direvalidasi, sebanyak 38 mendapat kartu hijau, termasuk Ciletuh-Palabuhanratu, sedangkan 6 lainnya meraih kartu kuning.

Di Indonesia, tiga geopark yang memperoleh Green Card adalah Ciletuh-Palabuhanratu (Jawa Barat), Rinjani Lombok (NTB), dan Toba Caldera (Sumut).

Baca Juga: Revalidasi Geopark Ciletuh 2025 Ditutup, UNESCO Puji Komitmen Masyarakat Jaga Alam

General Manager Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (BP-CPUGGp), Aat Suwarno, menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, praktisi, hingga media.

"Keberhasilan ini bukan hanya milik Sukabumi, tapi juga kebanggaan bangsa Indonesia. Status ini adalah kado berharga di tengah kondisi bangsa yang sedang berduka,” kata Aat, Rabu (9/9/2025).

Meski demikian, Aat mengingatkan bahwa predikat tersebut membawa tanggung jawab besar untuk empat tahun ke depan. Ia menyebut ada empat pekerjaan rumah utama sesuai rekomendasi evaluator UNESCO, yaitu penyelesaian infrastruktur, penguatan informasi, pendidikan dan penelitian, serta peningkatan pemahaman warisan alam dan manajemen.

Baca Juga: Status Dunia Dipertaruhkan, Geopark Ciletuh Hadapi Momen Penentu

UNESCO sendiri akan menyampaikan laporan hasil revalidasi ini kepada Dewan Eksekutif pada paruh pertama 2026. Jika disetujui, jumlah geopark global dunia akan bertambah dari 229 menjadi 241 yang tersebar di 51 negara. Tunisia bahkan berpeluang mendapat status geopark global pertamanya.

Capaian Ciletuh-Palabuhanratu ini menegaskan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam jaringan UNESCO Global Geopark. Tidak hanya dalam aspek konservasi alam dan geologi, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

 

Tags

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB