FAJARSUKABUMI - Penerapan Sistem Informasi Pengendalian dan Evaluasi Kinerja (SIPEKA) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi belum berjalan optimal.
Empat kendala utama teridentifikasi dalam tahap evaluasi triwulan III 2025, yakni teknis, pemahaman pengguna, manajerial, dan kualitas data.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan (PPEP) Bappeda Kota Sukabumi, Asep Supriadi, mengatakan sistem ini merupakan bagian dari transformasi digital pemerintah daerah untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan transparan.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Siapkan Lahan 7 Hektare, Ternyata Untuk Ini
Namun, menurutnya, sejumlah hambatan masih mengganggu pelaksanaan di lapangan.
“Dari hasil persiapan evaluasi, ada empat masalah utama yang harus segera dibenahi,” ujar Asep, belum lama ini.
Pertama, kendala teknis berkaitan dengan stabilitas sistem dan jaringan internet yang kerap tidak mendukung proses input serta sinkronisasi data secara real time.
Baca Juga: Desa Langensari Tunjukkan Kemajuan di Berbagai Sektor, Dorong Pengembangan Potensi Lokal
Kedua, kendala pemahaman user terjadi karena tidak semua operator perangkat daerah memahami cara kerja aplikasi SIPEKA secara menyeluruh, sehingga memengaruhi kecepatan dan akurasi pelaporan.
Ketiga, kendala manajerial muncul dari koordinasi antarbidang yang belum optimal, termasuk dalam hal penjadwalan dan keterpaduan pelaporan antarperangkat daerah.
Keempat, kualitas data yang diinput masih sering tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, baik karena human error maupun karena lemahnya sistem verifikasi.
Baca Juga: Satu Bocah Tewas, Satu Masih Hilang Usai Tenggelam di Sungai Cimandiri Sukabumi
Hal ini dapat memengaruhi validitas hasil evaluasi dan pengambilan kebijakan.