Pukulan telak bagi skuad Timnas Australia yang dilatih Tony Popovic, menjelang pertandingan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Indonesia di Sydney pada Maret 2025 mendatang.
Socceroos masih memiliki empat pertandingan yang tersisa di putaran ketiga, dan sementara ini menempati posisi kedua Grup C.
Dalam klasemen sementara, Australia tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen Jepang dan unggul satu poin dari Indonesia, Arab Saudi, Bahrain, dan China.
Terkait hal ini, Harry pun tampak legowo atau menerima dengan sepenuh hati terkait insiden yang dialaminya saat membela Sheffield United.
"Sayangnya saya harus absen untuk sementara waktu, tetapi saya mendoakan yang terbaik untuk semua orang di klub untuk sisa musim ini dan seterusnya," kata Souttar lewat akun Instagram pribadinya @harry_souttar, pada Senin, 30 Desember 2024.
"Terima kasih kepada semua orang di Sheffield United, klub yang luar biasa dengan orang-orang hebat," tegasnya.
Di sisi lain, Harry bersama para punggawa Timnas Australia juga pernah menilai pertandingan kontra Timnas Indonesia sebagai 'ujian yang berat'.
Harry Souttar Tak Puas dengan Standar Permainan Timnas Australia
Dalam momen pertemuan di leg pertama Indonesia vs Australia yang berakhir imbang pada September 2024 lalu, Harry pernah menyebut timnya masih bermain di bawah standar.
"Berbicara sebagai tim, kami harus melihat diri kami sendiri di cermin, masing-masing dari kami, kami berada di bawah standar," terang Souttar kepada ESPN, pada 8 September 2024 lalu.
Di sisi lain, Harry mengungkap timnya terus melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk dapat bersaing dengan lawan-lawannya di ajang Kualifikasi Pildun 2026.
"Satu hal tentang tim ini (Timnas Australia), adalah bahwa di mana pun kami tampil buruk, kami selalu evaluasi. Sejak saya bergabung, kami selalu melakukannya dengan baik," tegasnya.
Ambisi Tampil Maksimal Sebagai Tim
Dalam kesempatan yang sama, pemain Timnas Australia, Aiden O'Neill juga pernah menuturkan tentang keberagaman karakter skuad Socceroos.
O'Neill menilai, skuad asuhan Tony Popovic itu selalu berambisi untuk tampil maksimal sebagai tim bukan hanya mengandalkan satu atau dua orang.