Selasa, 21 April 2026

Meski Dalam Kondisi Kritis, Dokter Menyebut Paus Fransiskus Tidak dalam Bahaya Meninggal Dunia karena Punya Ketahanan Luar Biasa

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Senin, 24 Februari 2025 | 19:30 WIB
Paus Fransiskus Disebut Oleh Dokter Memiliki Ketahanan yang Luar Biasa.  (Foto instagram.com/franciscus)
Paus Fransiskus Disebut Oleh Dokter Memiliki Ketahanan yang Luar Biasa. (Foto instagram.com/franciscus)

Selain itu, hasil tes medis menunjukkan penurunan kadar trombosit dalam darahnya, yang menyebabkan beliau memerlukan transfusi darah guna menjaga kestabilan tubuh.

Pernyataan Vatikan juga mengungkapkan bahwa meskipun dalam kondisi kritis, Paus tetap sadarkan diri dan mampu menghabiskan sebagian waktu dengan duduk di kursi, meskipun mengalami ketidaknyamanan yang lebih besar dibandingkan hari sebelumnya.

Dokter menyebut prognosisnya masih "reserved," yang berarti belum ada cukup data untuk memperkirakan perkembangan kesehatannya.

Apakah Paus dalam Kondisi Bahaya Meninggal Dunia?

Kondisi kesehatan Paus Fransiskus tetap menjadi perhatian utama, terutama mengingat faktor usia dan riwayat penyakit paru-parunya.

Dokter menegaskan bahwa meskipun kesehatannya belum sepenuhnya pulih, beliau tidak berada dalam kondisi yang mengancam nyawa saat ini.

Dalam konferensi pers di RS Gemelli pada Sabtu, Profesor Dr. Sergio Alfieri menjelaskan, "Pertanyaannya adalah, apakah Paus sudah pulih dari bahaya? Tidak, Paus belum pulih dari bahaya."

Namun, ia juga menekankan, "Jika Anda kemudian bertanya apakah dia dalam bahaya meninggal saat ini, jawabannya tetap tidak."

Dr. Luigi Carbone menambahkan bahwa kondisi paru-paru Paus yang sudah mengalami pengangkatan sebagian sejak muda turut memengaruhi kesehatannya saat ini.

Namun, Alfieri juga menyebut bahwa meskipun dianggap rapuh, Paus Fransiskus memiliki ketahanan tubuh yang luar biasa.

Perawatan di Rumah Sakit Gemelli

Saat ini, Paus Fransiskus dirawat di kamar kepausan khusus di lantai 10 Rumah Sakit Gemelli.

Beliau sudah mampu bergerak antara tempat tidur, kursi, serta kapel kecil di sampingnya untuk berdoa.

Profesor Alfieri menjelaskan bahwa Paus akan tetap berada di rumah sakit setidaknya selama satu minggu ke depan.

"Jika kami memulangkannya ke Santa Marta (rumah kediamannya di Vatikan), ia akan mulai bekerja lagi seperti sebelumnya," ujar Alfieri.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB
X