Beberapa agenda resminya juga harus dibatalkan karena kondisi tersebut.
Memasuki tahun 2023, Paus kembali dirawat karena bronkitis, kemudian menjalani operasi perut akibat hernia insisional yang membutuhkan prosedur laparotomi dan perbaikan dinding perut.
Ia menjalani perawatan intensif selama sembilan hari.
Pada akhir 2024, ia mengalami insiden jatuh yang menyebabkan hematoma besar di bagian dagunya setelah kepalanya terbentur meja.
Kini, pada tahun 2025, ia tengah berjuang melawan pneumonia bilateral serta infeksi polimikroba yang membuat kondisinya tetap kompleks.
Meski laporan terbaru menyebutkan adanya perbaikan, beberapa sumber mengabarkan bahwa persiapan untuk kemungkinan pemakamannya telah mulai dilakukan sebagai langkah antisipasi.
Artikel Terkait
Megawati Soekarnoputri Berikan Lukisan Bunda Maria Berkebaya pada Paus Fransiskus, Begini Respons Paus
Meski Dalam Kondisi Kritis, Dokter Menyebut Paus Fransiskus Tidak dalam Bahaya Meninggal Dunia karena Punya Ketahanan Luar Biasa
Di Tengah Pertarungan dengan Pneumonia, Vatikan Ungkap Paus Fransiskus Juga Terdeteksi Mengalami Gagal Ginjal
Paus Fransiskus Tulis Surat untuk Umatnya di Tengah-tengah Kritis Sampai Harus Gunakan Alat Bantu Pernapasan
Kondisi Terkini Fiersa Besari yang Dievakuasi dari Puncak Cartensz, Begini Insiden yang Dialami Tim Ekspedisi yang Diikuti sang Musisi