Selasa, 21 April 2026

Cuaca Ekstrem Landa Sukabumi, Warga Simpenan Dihantui Kekhawatiran Setiap Langit Mendung

Photo Author
Anugrah., FajarSukabumi.com
- Selasa, 15 April 2025 | 17:13 WIB
Kondisi cuaca sore hari di Jalur Bagbagan-Kiaradua, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Anugrah)
Kondisi cuaca sore hari di Jalur Bagbagan-Kiaradua, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Anugrah)

FAJARSUKABUMI - Cuaca ekstrem masih terus melanda wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras disertai angin kencang kerap terjadi secara tiba-tiba, membuat warga setempat dihantui rasa waswas setiap kali langit mulai mendung.

Sejumlah warga mengaku cemas, mengingat beberapa kejadian sebelumnya sempat menyebabkan pohon tumbang dan banjir lokal di sejumlah titik.

“Kalau sudah mendung begini, kami langsung bersiap-siap. Takut ada hujan deras disertai angin kayak kemarin,” ujar Abdul Azis (36), warga Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Selasa, (15/4/2025). 

Baca Juga: Jembatan Bojongkopo Simpenan Hanya Bisa Dilalui Motor, Polisi: Roda Empat Cari Alternatif Lain

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Sukabumi dan sekitarnya beberapa hari kedepan. 

Sementara itu, kekhawatiran juga dirasakan Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Nadia (38 tahun), warga Kampung Cinyocok, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan.

“Was-was saat cuaca mendung seperti ini, tapi bingung juga kalau harus mengungsi ke rumah saudara. Repot, soalnya harus urus keluarga,” ungkapnya.

Baca Juga: Banjir Sungai Cidadap Hanyutkan Empat Rumah di Simpenan, Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Meski demikian, Nadia mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa pakaian dan dokumen penting telah ia kemas ke dalam koper agar mudah dibawa saat evakuasi mendadak.

"Jadi kalau terjadi sesuatu secara tiba-tiba, kami lebih siap," imbuhnya.

Nadia bercerita, pada Maret lalu rumahnya sempat terendam banjir setinggi 10 sentimeter. Namun, yang lebih ia khawatirkan bukan soal air, melainkan kemungkinan wilayahnya terisolasi. Pasalnya, kawasan Simpenan dikelilingi sejumlah jembatan penghubung seperti Jembatan Bagbagan dan Bojongkopo.

Baca Juga: 3 Jembatan di Kabupaten Sukabumi Roboh Dihantam Cuaca Ekstrem, Mobilisasi Masyarakat Terganggu

“Bukan apa-apa, takut jembatan roboh kayak kejadian di Jembatan Bojongkopo. Kalau Jembatan Bagbagan juga sampai putus, kami bisa terisolasi,” jelasnya.

Editor: Anugrah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB
X