Selasa, 21 April 2026

Ibnu Sina Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental Sejak Abad ke-10

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 11:00 WIB
Cendikiawan muslim, Ibnu Sina atau dikenal dengan nama Avicenna.  ((X.com/@soulmates))
Cendikiawan muslim, Ibnu Sina atau dikenal dengan nama Avicenna. ((X.com/@soulmates))

 

FAJARSUKABUMI - Di tengah kejayaan peradaban Islam pada abad ke-10, Ibnu Sina atau Avicenna muncul sebagai tokoh pemikir yang berpengaruh di bidang kedokteran, filsafat, dan ilmu jiwa. Pemikirannya tentang kesehatan mental terbukti jauh mendahului zamannya.

Menurut Ibnu Sina, kesehatan mental bukan hanya soal bebas dari gangguan, melainkan pondasi utama kecerdasan manusia. Ia menekankan pentingnya kejernihan jiwa sebagai syarat tumbuhnya kemampuan berpikir secara maksimal.

“Pengetahuan pertama manusia adalah ‘Aku ada’,” tulis Ibnu Sina dalam karyanya Al-Shifa. Kesadaran akan eksistensi diri, menurutnya, adalah dasar dari segala pengetahuan.

Baca Juga: Ketua TP-PKK Sukabumi Ajak Orang Tua Awasi Anak, Ini Alasannya!

Salah satu konsep paling terkenal dari Ibnu Sina adalah eksperimen pikiran yang disebut Manusia Melayang. Dalam gagasan ini, ia meminta kita membayangkan seseorang yang melayang di udara tanpa mampu merasakan tubuhnya, tidak melihat, mendengar, atau menyentuh apapun.

Meski tanpa stimulus pancaindra, kata Ibnu Sina, orang tersebut tetap akan menyadari keberadaannya. Hal ini menunjukkan bahwa jiwa manusia bersifat independen dari tubuh, dan kesadaran diri merupakan bagian esensial dari eksistensi.

Pandangan ini sejalan dengan pemahaman modern tentang kesehatan mental, yang menekankan pentingnya kesadaran diri sebagai fondasi dalam mengelola pikiran, emosi, dan tindakan.

Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Tegaskan ASN Harus Loyal dan Bebas dari Politik Praktis

“Jiwa adalah kesempurnaan, dan tubuh hanyalah wadahnya,” tulis Ibnu Sina dalam catatannya yang lain.

Sebagai seorang dokter, Ibnu Sina juga percaya bahwa keseimbangan antara tubuh dan jiwa harus dijaga. Tubuh yang sehat memberikan energi, sedangkan jiwa yang tenang memberi arah hidup dan makna atas pengetahuan.

Ia juga meyakini bahwa kecerdasan tidak hanya berasal dari informasi yang dikumpulkan, melainkan dari kemampuan jiwa dalam mengolah dan memahami kebenaran.

Baca Juga: Update Klasemen Sementara Pekan Pertama BRI Super League! Persija Jakarta Bertengger di Puncak

 

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB
X