Selasa, 21 April 2026

Warga Sukabumi Gotong Jenazah Seberangi Sungai, Jembatan Putus Setahun Tak Diperbaiki

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:32 WIB
Potret warga Desa Tanjung, Sukabumi, gotong jenazah seberangi sungai viral. Jembatan penghubung rusak sejak 2024 belum dibangun lagi. (Foto Istimewa)
Potret warga Desa Tanjung, Sukabumi, gotong jenazah seberangi sungai viral. Jembatan penghubung rusak sejak 2024 belum dibangun lagi. (Foto Istimewa)

 

FAJARSUKABUMI — Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sekelompok warga menggotong jenazah menyeberangi sungai beredar luas di media sosial pada Kamis (21/8/2025).

Dalam video yang viral di media sosial terlihat pria, wanita, hingga anak-anak ikut membantu proses pengantaran jenazah.

Peristiwa itu terjadi di Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Warga setempat terpaksa menyeberangi Sungai Cikarang untuk menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di wilayah Kampung Cibungr, Desa Mekar Mukti, Kecamatan Waluran.

Baca Juga: Beredar Seruan Aksi GMNI Sukabumi Raya di WhatsApp

Kepala Desa Tanjung, Dasep, membenarkan bahwa warga yang terlihat dalam video tersebut adalah warganya. Ia menjelaskan, satu-satunya akses ke TPU memang harus melewati sungai karena jembatan penghubung yang menghubungkan dua desa dan dua kecamatan sudah hancur diterjang banjir pada 2024 silam.

“Sejak jembatan rusak, warga tidak punya pilihan lain selain menyeberangi sungai. Saat air sungai tinggi, risikonya semakin besar,” ujar Dasep.

Sungai Cikarang membelah wilayah Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon dan Desa Mekar Mukti, Kecamatan Waluran. Menurut Dasep, keberadaan jembatan sangat vital sebagai jalur penghubung masyarakat dua desa.

Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak ke Rp1,91 Juta per Gram

Dasep menambahkan, masyarakat sebenarnya pernah berinisiatif membangun jembatan darurat secara swadaya. Namun, ketika debit air meningkat, jembatan itu kembali hancur diterjang banjir.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera membangun kembali jembatan ini. Bukan hanya untuk akses pemakaman, tapi juga untuk aktivitas warga sehari-hari,” kata Dasep.

Hingga kini, warga masih mengandalkan jalur sungai dengan ketinggian air yang mencapai pinggang orang dewasa demi melintasi wilayah tersebut.

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB
X