FAJARSUKABUMI – Wali Kota Sukabumi dijadwalkan menghadiri sejumlah kegiatan penting pada Kamis (21/8/2025).
Rangkaian agenda dimulai sejak pagi hingga sore hari, meliputi pemberdayaan masyarakat, pelantikan pejabat, serta pertemuan dengan pejabat pusat.
Agenda pertama berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB, yakni pembukaan kegiatan pemberdayaan RT dan RW di Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole.
Baca Juga: Studi: Warga RI Masuk Barisan Paling Takut Pekerjaannya Tergerus AI, Jerman-Jepang Justru Sebaliknya
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Pertemuan Kelurahan Selabatu dengan pendamping Camat Cikole dan Lurah Selabatu.
Selanjutnya, pukul 09.00–10.30 WIB, Wali Kota dijadwalkan memimpin pengambilan sumpah jabatan serta pelantikan pejabat tinggi pratama dan pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Acara ini berlangsung di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi dan dihadiri Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, Staf Ahli, serta Kepala BKPSDM. Pada kesempatan tersebut, para undangan diwajibkan mengenakan pakaian dinas PSL.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Sukabumi, Bangunan Madrasah Nurul Hikmah Ambruk
Agenda terakhir akan digelar sore hari, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Wali Kota akan melakukan pertemuan dengan Kepala Bagian Perencanaan, Perundang-Undangan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Muhammad Rivai Seknun, S.STP., M.AP. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta Connection, Jakarta Selatan.
Artikel Terkait
Industri Pangan Rumah Tangga Didorong Tingkatkan Mutu dan Keamanan Produk
5 Rekomendasi Minuman yang Dikonsumsi di Pagi Hari Ini Bisa Bantu Bakar Lemak Perut Menurut Ahli Gizi
Adu Manfaat Sunscreen dengan Sunblock, Mana yang Lebih Ampuh Lindungi Kulit dari Dampak Buruk Sinar Matahari?
Jadwal SIM Keliling Polres Sukabumi Rabu 20 Agustus 2025 di Pos Lantas Cidahu
Cuaca Ekstrem di Sukabumi, Bangunan Madrasah Nurul Hikmah Ambruk
Agenda Bupati dan Sekda Sukabumi: Sertifikat Bebas Frambusia hingga Pelepasan Mahasiswa ke Korea
Studi: Warga RI Masuk Barisan Paling Takut Pekerjaannya Tergerus AI, Jerman-Jepang Justru Sebaliknya