Satu lagi faktor yang mendorong pembelian blind box adalah keinginan untuk mengoleksi seluruh seri karakter. Dalam satu lini produk, biasanya ada 8 hingga 12 karakter berbeda, dan hanya bisa diperoleh melalui pembelian acak.
Hal ini menjadikan proses mengoleksi menjadi tantangan tersendiri. Tak jarang, pembeli mendapatkan karakter yang sama berulang kali, memunculkan istilah double di komunitas kolektor.
“Saya punya tiga boneka yang sama, jadi biasanya saya tukar dengan teman kolektor lain lewat grup online,” kata Aditya (30), penggemar figur Sanrio. “Tapi itulah serunya. Ada komunitas, ada interaksi, dan ada kepuasan tersendiri ketika akhirnya koleksi lengkap.”
Baca Juga: Miris, Warga Sukabumi Tinggal di Kandang Domba, Pemkab Janji Beri Rumah Layak
Menurut pengamat budaya pop, Fenni Hapsari, tren blind box bisa disandingkan dengan perilaku collecting behavior dalam psikologi. Rasa pencapaian setelah menyelesaikan satu set koleksi menciptakan insentif psikologis yang kuat dan memuaskan.
Meski banyak manfaat emosional yang didapat, tak bisa dipungkiri bahwa blind box juga menuai kritik. Beberapa pihak menilai tren ini mendorong perilaku konsumtif, terutama karena sistem jual belinya sangat bergantung pada keberuntungan, bukan kebutuhan.
Tak sedikit pula yang membandingkan blind box dengan sistem gacha dalam game, yang sering dianggap menyerupai perjudian dalam bentuk ringan.
Baca Juga: Festival Kopi hingga Touring Ngabumi, Sukabumi Matangkan Agenda HJKS ke-155
Namun di sisi lain, bagi penggemar sejati, blind box bukan hanya soal belanja, tetapi tentang pengalaman dan perasaan yang hadir bersamanya. “Ini lebih dari sekadar mainan. Ada unsur kejutan, harapan, dan cerita di baliknya,” ujar Nadia menegaskan.
Melihat pertumbuhan tren yang begitu cepat, tak heran jika produsen mainan dan figur terus menghadirkan seri baru setiap bulannya. Beberapa merek bahkan bekerja sama dengan IP besar seperti Disney, Marvel, atau serial anime populer.
Di Indonesia, tren blind box juga mulai menggeliat di pusat-pusat perbelanjaan. Gerai khusus blind box mulai bermunculan, lengkap dengan mesin otomatis yang menawarkan sensasi lebih intens saat "menarik keberuntungan."
Baca Juga: Resep Sederhana yang Bikin UPZ Jampangtengah Jadi yang Terbaik
Melihat dari sisi psikologis, sosial, hingga budaya, blind box lebih dari sekadar tren sesaat. Ia menjelma menjadi bentuk pengalaman baru di dunia ritel—menggabungkan unsur hiburan, tantangan, dan kepuasan emosional.
Dan seperti kebanyakan tren yang lahir dari generasi muda, blind box menunjukkan bahwa di era serba digital ini, pengalaman membuka sesuatu yang tidak pasti tetap memiliki tempat yang spesial di hati banyak orang.
Artikel Terkait
Dana Pensiun ASN Terancam, Pemerintah Soroti Likuiditas Program THT Taspen
AI Bantu Pebisnis Susun Strategi Lebih Efektif di Era Digital
Pilih Asuransi Jiwa Berjangka atau Seumur Hidup? Ini Pertimbangannya
Eksfoliasi Kulit Kering, Ini Cara Aman dan Rekomendasi Toner yang Bisa Dipilih
Resep Sederhana yang Bikin UPZ Jampangtengah Jadi yang Terbaik
Viral Warga Pikulkan Jenazah Terjang Sungai, Pemkab Sukabumi Janjikan Perbaikan Jembatan
Festival Kopi hingga Touring Ngabumi, Sukabumi Matangkan Agenda HJKS ke-155
Miris, Warga Sukabumi Tinggal di Kandang Domba, Pemkab Janji Beri Rumah Layak
Viral Hidup di Kandang Domba, Asjap Pastikan Etin Dapat Hunian Baru
Empat Atlet Wushu Cianjur Raih Medali pada Kejurnas 'Indonesia Wushu League 2025' di Yogyakarta