FAJARSUKABUMI - Kondisi bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) AN-NURUL HUDA di Desa Cisitu, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, semakin memprihatinkan.
Bangunan yang berdiri sejak 2004 itu mengalami kerusakan parah akibat usia dan terdampak angin puting beliung.
Kayu penopang utama dilaporkan rapuh dan sejumlah atap berlubang sehingga air hujan kerap masuk ke ruang kelas.
Baca Juga: Mahfud MD Setuju Gabung Komite Reformasi Polri, Dasco Sebut Tokoh Kredibel
Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan 85 siswa yang saat ini menempuh pendidikan di lembaga tersebut.
Untuk memperbaiki bangunan, pihak pengelola membutuhkan biaya sekitar Rp 280 juta. Dana tersebut rencananya dialokasikan Rp 220 juta untuk material bangunan dan Rp 60 juta untuk jasa renovasi.
Hingga kini, upaya penggalangan dana masih terus dilakukan, tetapi belum memenuhi target karena terkendala keterbatasan dana.
Selain renovasi ruang kelas dan ruang kantor, madrasah yang memiliki enam tenaga pengajar ini juga membutuhkan fasilitas pendukung, seperti meja, kursi, serta kamar kecil yang layak.
MDTA AN-NURUL HUDA tidak hanya menjadi tempat belajar siswa, tetapi juga dipakai warga sekitar untuk kegiatan pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu.
Karena itu, pengelola berharap dukungan dari para dermawan agar kegiatan belajar mengajar serta aktivitas keagamaan masyarakat dapat berjalan lebih aman dan nyaman.
Artikel Terkait
DLH Kota Sukabumi: 70 Persen Sampah Tertangani, Kualitas Sungai Masih Baik
FIFA Pastikan Erick Thohir Bisa Rangkap Jabatan Menpora dan Ketum PSSI
CoreLab 2025 Promedia Hadir di Kampus Unesa, Ajang Mahasiswa Tingkatkan Skill Bikin Konten di era Digital Masa Kini
Mendes Yandri Susanto Ungkap 2 Desa di Bogor Terancam Dilelang karena Kredit Macet
Kosongnya Stok BBM di SPBU Swasta, Pengamat Sebut Ada Perubahan Pola Masyarakat hingga Sentil Alokasi Penjualan
Viral di Medsos, dr. Tan Shot Yen Desak Reformasi Program Makan Bergizi Gratis
Mahfud MD Setuju Gabung Komite Reformasi Polri, Dasco Sebut Tokoh Kredibel