Selasa, 21 April 2026

Cerita Ayah di Garoga Tapsel, Anaknya yang Masih 2 Tahun Terseret Banjir saat Sedang Menyusu Ibunya

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Senin, 22 Desember 2025 | 14:22 WIB
Potret Kesaksian warga Desa Garoga, Tapanuli Selatan saat banjir datang dan menyeret anaknya.  (Foto Instagram/sibangzul_)
Potret Kesaksian warga Desa Garoga, Tapanuli Selatan saat banjir datang dan menyeret anaknya. (Foto Instagram/sibangzul_)

Saat air naik tersebut, menurut pengakuannya, Mumtaz selalu dipeluk oleh ibunya.

Namun, pelukan tersebut terlepas setelah berulang kali dihantam air dan kayu.

Rumah Hancur dan Selalu Ingat Kenangan dengan Anaknya

Jenazah Mumtaz sudah ditemukan pascabanjir, tapi kondisi wajahnya sudah berubah.

Akibat banjir tersebut, rumahnya hancur dan potongan kayu beragam ukuran berserakan di depan rumah yang dulu ditinggali.

“Biasa waktu pulang kerja, selalu minta jalan-jalan dulu. Jadi, selama pulang ini selalu teringat Mumtaz,” tuturnya.

Sementara itu, Desa Garoga menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah banjir dan longsor.

Pembersihan batang kayu di Garoga pun menjadi prioritas pemerintah saat ini.

Ada 3 hal yang tengah dilakukan oleh Kementerian Kehutanan, yakni membersihkan bagian hilir, pemantauan titik longsor di hulu, dan peringatan dini kepada masyarakat soal potensi banjir susulan disertai kayu.

Pemerintah Daerah juga tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap kepada korban banjir dan longsor, termasuk untuk warga di Garoga.

Pembangunan rumah tersebut, menurut Pemda ditargetkan akan rampung pada awal tahun 2026.
*

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB
X