Teknologi ini ditujukan untuk mengatasi tantangan waktu pengisian daya dan kekhawatiran jarak tempuh pengguna kendaraan listrik.
Menurut BYD, pengembangan sirkuit ini menjadi bagian dari strategi global perusahaan dalam menguji dan menyempurnakan teknologi NEV melalui pendekatan berbasis pengalaman langsung.
Teknologi yang dikembangkan disebut dirancang untuk beradaptasi dengan berbagai karakter jalan dan kondisi geografis, termasuk untuk pasar seperti Indonesia.
Selain di Zhengzhou, BYD juga merencanakan pembangunan sirkuit all-terrain di sejumlah wilayah lain di Tiongkok, termasuk Shaoxing.
Ke depan, jaringan sirkuit ini diharapkan menjadi platform pembelajaran teknologi sekaligus mendukung pengembangan kendaraan listrik yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Banding-banding Spek Mobil Listrik Togg T10X Hadiah Erdogan ke Prabowo vs Garuda Limousine Kendaraan Dinas Pejabat RI
Momen Erdogan Berikan Mobil Listrik Produksi Turki untuk Indonesia saat Bertemu Prabowo
Viral Wuling Air EV di Bandung Tetiba Hangus, Instagram Wuling Digeruduk Netizen: Mobil Listrik Kebakar Tuh, Min!
Banding-banding Baterai Berbasis NCM vs LFP di Tengah Keraguan Warga RI Beli Mobil Listrik
Mobil Listrik Kian Terjangkau, Ini Daftar Pilihan di Bawah Rp250 Juta Tahun 2025