Selasa, 21 April 2026

Serunya Film The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Minggu, 1 Desember 2024 | 09:00 WIB
Film berjudul “The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom” menjadi sinema yang ditayangkan dalam Cinetalk.
Film berjudul “The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom” menjadi sinema yang ditayangkan dalam Cinetalk.

FAJARSUKABUMI - Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dan Gibbonesia berkolaborasi bersama Journalist & Wildlife Filmmaker yakni Dicky Nawazaki kembali menyelenggarakan kegiatan Cinetalk “Cinema and Talkshow For Wildlife Conservation” yang menayangkan film dokumenter bertemakan satwa liar.

Kegiatan pada dua kota tersebut menjadi agenda penutup dalam roadshow Cinetalk yang sebelumnya telah diselenggarakan pada 5 kota diantaranya Bandung, Lampung, Yogyakarta, Bogor, dan Jakarta.

Film berjudul “The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom” menjadi sinema yang ditayangkan dalam Cinetalk. Upaya pelestarian owa melalui penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran dengan kolaborasi bersama berbagai lembaga konservasi tergambar dengan jelas dalam film dokumenter ini.

Baca Juga: Pj Wali Kota Pantau Proses Penghitungan Suara

Adapun lembaga yang terlibat dalam pembuatan film ini diantaranya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), The Aspinall Foundation, Yayasan Cikananga, Yayasan Owa Jawa, dan Swara Owa.

Dicky Nawazaki mengungkapkan bahwa film dokumenter menjadi salah satu metode untuk menyebarluaskan kesadaran terhadap satwa dilindungi di Indonesia, salah satunya primata owa.

"Pengemasan campaign topik satwa liar itu menjadi tantangan tersendiri, dimana kita harus membuat metode yang tidak membosankan. Melalui pembuatan dan penayangan film dokumenter ini menjadi metode yang bisa menjaring minat masyarakat awam untuk lebih mengenal dan terlibat dalam konservasi satwa liar. Dari segi kognitif, saya ingin penonton bisa memahami lalu timbul rasa empati untuk dapat mendukung upaya pelestarian owa di Indonesia," ungkap Dicky Nawazaki yang menjadi sutradara film ini.

Baca Juga: Potensi Banjir Rob di Pesisir Indonesia: Prakiraan Cuaca BMKG untuk 1 Desember 2024

Owa (Hylobatidae), merupakan genus primata yang hanya ditemukan di Asia Tenggara, termasuk di hutan-hutan Indonesia. Owa dikenal dengan suaranya yang khas dan kemampuannya untuk berayun di antara pepohonan dengan kecepatan yang mengesankan.

Selain itu, owa juga merupakan primata monogami atau satwa yang hanya membutuhkan satu pasangan di hidupnya. Untuk itu salah satu upaya pelestarian owa di pusat rehabilitasi adalah melalui penentuan pasangan atau penjodohan owa.

Hulwia Malik, sebagai edukator dari Gibbonesia menambahkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan ini sejalan dengan tema dari Hari Owa Sedunia 2024.

Baca Juga: Ratusan Produk UMKM Tumplek di Dago, Ternyata Ada Acara Ini

"Harapannya melalui kolaborasi ini masyarakat semakin mengetahui dan sadar akan keberadaan owa di sekitar kita. Mengingat owa punya peran penting menjaga ekosistem hutan, maka jika kita bisa menjaga owa, owa juga akan menjaga hutan kita. Hal itu tentunya sama seperti tema dari Hari Owa Sedunia tahun ini yakni The Guardian of The Forest atau owa si penjaga hutan,"pungkasnya.

 

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB
X