Pada bulan lalu, misalnya, sebuah pasangan suami-istri warga Australia yang mengelola spa ilegal di Bali ditangkap.
Polisi menyita kondom dan minyak pikat dari spa yang berlokasi di kawasan Kuta.
Selain itu, seorang wisatawan asal Rusia juga dideportasi pada September lalu karena menyalahgunakan izin tinggal untuk menawarkan layanan seks di sebuah vila di Seminyak.
Meskipun demikian, Bali tetap menjadi tujuan wisata yang sangat diminati.
Pada bulan Oktober, Bali dinobatkan sebagai pulau paling indah di Asia menurut pembaca majalah Condé Nast Traveler dalam ajang Readers' Choice Awards.
Pulau Dewata ini juga menyambut 15,5 juta pengunjung pada tahun 2023, mendekati angka pariwisata pra-pandemi di tahun 2019.
Bahkan, dalam tujuh bulan pertama tahun 2024, Bali mencatatkan 3,89 juta kedatangan, angka yang signifikan dibandingkan dengan 2,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemerintah Indonesia pun telah berkomitmen untuk menjadikan Bali sebagai pusat industri pariwisata Indonesia.
Upaya ini termasuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata dan mengelola jumlah pengunjung untuk mengatasi masalah keramaian yang sering kali terjadi di pulau tersebut.
Selain itu, kebijakan yang lebih ketat terhadap turis asing diharapkan dapat memastikan Bali tetap menjadi tempat wisata yang aman dan nyaman bagi semua pengunjung.
Artikel Terkait
Prabowo Perintahkan Bahan Baku Makan Bergizi Gratis Bersumber dari Desa untuk Gerakkan Ekonomi
Al Ghazali & Alyssa Daguise Siap Menikah Juni 2025: Acara Megah 2 Hari, Disiarkan di RCTI
PPN 12 Persen Batal Tapi Muncul 2 Kolom Baru di STNK, Berapa Biaya yang Dibebankan
2 Kasus Pelecehan Turis Mancanegara di Indonesia, Dilecehkan dan Diperkosa Lalu Dirampok
Alun-alun Cianjur Bakal 'Disulap' Mirip Pelataran Masjid Nabawi di Madinah