Kemudian, Steiner menyoroti arsitektur rumahnya yang bertahan dari kobaran api kebakaran di LA.
"Aku berpikir, jika suatu saat terjadi gempa bumi itu adalah ancaman terakhir yang mungkin terjadi ke depannya," ungkap Steiner.
"Sejujurnya aku tidak berpikir kebakaran adalah ancaman terakhir yang justru terjadi. Arsitekturnya cukup bagus. Namun, yang paling bagus adalah plesteran dan atap anti apinya," tambahnya.
Profesor berusia 64 tahun itu pun menilai kejadian ini sebagai sebuah keajaiban, sebab pada saat kebakaran terjadi dirinya sudah pasrah rumahnya tidak akan selamat namun takdir berkata lain.
"Orang-orang mulai menghubungiku, mengatakan, 'Rumah kamu ada di semua di berita'," tandas Steiner seraya mengingat kembali rumahnya yang bertahan dari musibah itu.
Artikel Terkait
Bak Neraka! Kebakaran Di Los Angeles Semakin Meluas Alami Kerugian Hingga Rp2.400 Triliun
Mengerikan! Kebakaran di Los Angeles Disebut Bak Kiamat, Angin Santa Ana Jadi Penyebabnya?
Cerita Uya Kuya yang Sedang Berada di Los Angeles Saat Kejadian Kebakaran, Kobaran Api Terlihat dari Rumahnya
Pangeran Harry dan Meghan Markle Datangi Pengungsian Kebakaran Los Angeles, Ikut Jadi Relawan Bagikan Kebutuhan Pokok
Los Angeles Terus Membara, Pasokan Air untuk Pemadaman Menipis, Tangki Kosong di Hari ke Dua