“Nah, pekerjaan yang sulit di sini bukanlah berdiri di tengah jalan pada pukul 18.30 malam lalu menyuruh semua orang keluar karena gunung di belakang terbakar,” ujarnya.
“Tugas yang sulit adalah menghabiskan waktu tiga tahun untuk membangun kepercayaan di komunitas ini, sehingga ketika saya membuat perkiraan, orang-orang bisa yakin bahwa perkiraan itu akan menjadi kenyataan,” imbuhnya.
“Ketika kondisinya tepat, saya membutuhkan orang untuk mendengar kata-kata saya, ketika saya mengatakan lari dan saya berharap mereka akan lari,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Para Menteri Prabowo Kejar Pemerataan Makan Bergizi Gratis: Kami Ingin Melayani Lebih Banyak Lagi
Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo Bikin 40 Siswa Keracunan, Badan Gizi Ungkap Fakta Ini
PWI Kota Sukabumi Gelar Pengajian Rutin Untuk Sambut HPN 2025
KH. M. Fajar Laksana: Jurnalis Punya Peran Penting, Bangun Kebaikan Lewat Pemberitaan yang Benar
Akses Lalu Lintas Bagbagan-Kiaradua dilakukan Buka Tutup Selama Proses Evakuasi Longsor