Pria 58 tahun itu soal penilaian dirinya akan menjadi 'otak' di kursi kepelatihan Timnas Indonesia nanti.
"Saya asistennya (Kluivert)," ungkap Pastoor dalam wawancaranya bersama media asal Belanda, Ziggo Sport.
Pastoor menjelaskan, dirinya pernah menimba ilmu kepelatihan bersama Kluivert seraya menilai hubungan komunikasi mereka sangat baik.
"Kita kenal satu sama lain. Kami pernah bermain sepakbola bareng sebelumnya, tapi kita sering bertemu saat kursus yang kami ikuti," ungkapnya.
"Di pelatihan itu dibagi menjadi kelompok. Dari 20 orang, ada empat kelompok yang terdiri dari lima orang dan kami satu kelompok jadi kami mengenal satu sama lain," tandas Pastoor.
Di sisi lain, Pastoor memang punya pengalaman banyak melatih sebelumnya, seperti sempat menukangi klub elit Belanda: NEC Nijmegen, Slavia Praha, AZ Alkmaar, dan Almere City.
Pastoor bersama Kluivert dan Landzaat akan mulai memimpin laga Timnas Indonesia pada Maret 2025 mendatang pada laga melawan Australia dan Bahrain di ajang Kualifikasi Round 3 Piala Dunia.
Artikel Terkait
Pesan Haru STY saat Detik-detik Kepulangan sang Mantan Pelatih Garuda Menuju Korsel: Saya Ingin Istirahat Dulu Ya
Ucapan Selamat Tinggal yang Hangat dari Fans Garuda ke STY Jadi Sorotan Media Korsel: Setelah 5 Tahun, Akhirnya Pulang ke Rumah
Sindiran Halus Media Korsel ke PSSI usai STY Diantar Fans Garuda di Bandara Soetta: Tega Sekali Sampai Akhir
Sorotan Pundit Sepak Bola Tanah Air Lihat Perpisahan STY dan Fans Garuda: Datang Dijemput Selamat Datang, Pulang Diantar Selamat Tinggal
Menepi dari Kursi Pelatih, STY Ikut Kegiatan Lain yang Bikin Heboh di Medsos: Jadi Duta Polisi Korsel hingga Tampil Pede Akting Film Indo