ragam

Warga Tunjukkan Area Pemakaman di Aceh Tamiang Masih Penuh Tumpukan Kayu Pascabanjir Bandang: Lebaran Tahun Ini Nggak Bisa Ziarah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:00 WIB
Potret Kondisi Aceh Tamiang yang masih dipenuhi dengan tumpukan kayu pascabanjir bandang. (Foto Instagram/si.braay)

 

FAJARSUKABUMI - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.

Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Serukan Kepemimpinan Berintegritas dan Berakhlak

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.

Baca Juga: Klinik Sore Puskesmas Lembursitu Dibuka Mulai 12 Januari 2026

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.

“Lebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?” ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.

Baca Juga: Hukum Laki-Laki Menggunakan Cincin Emas dalam Islam

“Ini lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,” terang warga.

Halaman:

Tags

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB