FAJARSUKABUMI – Wakil Bupati Sukabumi Andreas menegaskan pentingnya peran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi Mubarakah (maju, unggul, berbudaya, dan berkah).
Penegasan tersebut disampaikan Wabup saat menghadiri Malam Keakraban SPPI Kabupaten Sukabumi yang digelar di Pondok Alief, Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap.
Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, program tersebut merupakan langkah mulia dan strategis dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Ini bukan soal anggaran atau bisnis. Ini tentang bagaimana Presiden menyiapkan Indonesia Emas 2045. Fondasinya adalah gizi dan pendidikan yang baik,” ujar Andreas.
Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan gizi yang memadai serta akses pendidikan yang berkualitas.
Untuk itu, keberhasilan program nasional tersebut membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan kolaborasi seluruh pihak.
Baca Juga: PERWARI Dinilai Strategis Cetak Generasi Unggul, Wawali Sukabumi Dorong Kolaborasi Nyata
Dalam konteks tersebut, Wabup menilai para relawan SPPI telah menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan bangsa.
“Bapak dan ibu semua sudah mencetak sejarah. Pada 2045 nanti, ada kontribusi nyata dari kerja keras Anda semua,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Satuan Tugas Pencegahan Stunting Kabupaten Sukabumi, Andreas berharap Program BGN dapat menjadi solusi konkret dalam menekan angka stunting di daerah.
Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Dorong Kemandirian Fiskal sebagai Kunci Pengentasan Kemiskinan
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas layanan, termasuk pengelolaan dapur layanan gizi agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Program ini memiliki dampak yang sangat besar. Ke depan, selain pemberian makanan bergizi, anak-anak juga perlu dibekali edukasi tentang cara memilih, mengolah, dan menyajikan makanan sehat,” jelasnya.
Artikel Terkait
Sarankan Pakai Produk Lokal, DPR Minta BGN Hentikan Impor Tempat Makan MBG dari China
Kepala BGN Bilang Minum Susu 2 Liter Sehari Membuat Badan Anak Jadi Tinggi, Dokter Spesialis Anak Beri Respon Begini
Menilik Lagi Pernyataan Kepala BGN, Cerita Anaknya Tumbuh Tinggi karena Minum Susu 2 Liter Sehari: Wajib dari Kecil Sampai SMA
Bandingkan dengan Menu MBG, Kepala BGN Klaim 60 Persen Anak Indonesia Sulit Mendapat Makan Gizi Seimbang dan Tak Mampu Beli Susu
Dicecar DPR soal MBG di Daerah Kepulauan dan Terpencil, Kepala BGN Ungkap Pelaksanaan Tidak akan Dilakukan oleh Mitra
DPR Pertanyakan Aturan BGN yang Wajibkan Surat Izin saat akan Pantau Dapur MBG: Fungsi Pengawasan Tak Harus Ada Surat
Kasus Keracunan MBG yang Terus Berulang: Jawaban Konsisten Kepala BGN hingga Bentuk Tim Investigasi Keamanan Pangan
BGN dan BPOM Beberkan Hasil Investigasi Penyebab Keracunan MBG, SPPG Tak Patuh SOP Diklaim Jadi Biangg Keladi
Bertemu Kepala BGN, Luhut Binsar Pandjaitan Ingatkan Menkeu Purbaya soal Anggaran MBG: Tidak Perlu Ambil yang Tak Terserap
3 Poin Kritis BGN Kirim 5000 Tenaga Profesional BGN ke SPPG: Perbaiki Sistem, Bukan Sekadar Ganti Koki