ekonomi

Penjualan Mobil Hybrid Melemah di Mei 2025: Tren Elektrifikasi Indonesia Terancam Kehilangan Momentum?

Selasa, 24 Juni 2025 | 15:47 WIB
Potret Penjualan mobil hybrid di Indonesia turun 3,2% pada Mei 2025, dominasi Zenix soroti minimnya diversifikasi & lesunya pasar elektrifikasi. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - Harapan akan masa depan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia masih belum menunjukkan tren positif.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil hibrida mengalami penurunan pada Mei 2025.

"Total penjualan mobil hybrid pada Mei 2025 sebanyak 4.355 unit, angka itu turun 3,2 persen secara bulanan," tulis keterangan Gaikindo, dikutip Selasa 24 Juni 2025.

Baca Juga: Pasha Ungu Tuding Dimas Anggara Tampar Kiesha Alvaro, Netizen Curiga Gimmick

Dengan 4.355 unit yang terjual, angka ini melemah 3,2,94% dibanding bulan sebelumnya yang menyentuh penjualan 4.500 unit.

Penurunan penjualan ini pun menjadi koreksi dalam ambisi elektrifikasi pasar otomotif nasional.

Kemerosotan ini juga diikuti oleh perlambatan pasar mobil listrik murni (BEV), dengan penurunan 14% secara bulanan pada periode yang sama.

Baca Juga: Fadli Zon Ungkit Tragedi Mei 1998, Beri Contoh Sejarah Tindakan Asusila Tentara Serbia ke Perempuan Bosnia

Kombinasi pelemahan ini mengindikasikan bahwa minat konsumen terhadap kendaraan listrik di Indonesia masih jauh dari harapan.

Meskipun Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid masih menjadi tulang punggung penjualan HEV dengan 2.539 unit, menguasai lebih dari separuh pasar, dominasi satu model ini justru menyoroti timpangnya ekosistem mobil hibrida secara keseluruhan.

Ketergantungan pada satu atau dua model populer seperti Suzuki XL7 Hybrid (612 unit) dan Toyota Yaris Cross Hybrid (288 unit) menunjukkan kurangnya diversifikasi dan daya tarik model lain.

Baca Juga: Okie Agustina Ngamuk! Sebut Dimas Anggara Tak Profesional Usai Insiden Pemukulan Kiesha Alvaro di Lokasi Syuting

Lebih lanjut, absennya Suzuki Ertiga Hybrid dari daftar penjualan pada Mei 2025 sangatlah mencolok.

Model yang biasanya rutin mengisi posisi tiga besar ini tiba-tiba nihil penjualan, memunculkan pertanyaan besar mengenai strategi pemasaran atau masalah pasokan yang mungkin terjadi.

Halaman:

Tags

Terkini

IFG Apresiasi Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas

Sabtu, 18 April 2026 | 06:42 WIB

Workshop UMMI Cetak Wirausaha Muda Sukabumi

Kamis, 16 April 2026 | 07:18 WIB

DKUKM Sukabumi Dorong Penguatan Usaha Desa

Senin, 13 April 2026 | 10:15 WIB