FAJARSUKABUMI-Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Berdasarkan Pusat Statistik (BPS), Di Kabupaten Sukabumi tidak kurang dari 10.000 pelaku UMKM yang tercatat dari level rendah hingga level tertinggi.
Banyak lika-liku yang dilalui para pelaku usaha kecil dan menengah, namun perjalanan ini harus dilawan dengan kepala tegak dan hati penuh semangat.
Misalnya saja Simping Febia, yang dirintis sejak tahun 1988 berhasil menembus pasar hingga luar daerah. Simping sendiri merupakan makanan lawas berbahan tepung beras yang diberi beberapa bumbu. Serupa dengan lembaran yang digunakan menjepit gulali, biasanya berbentuk lembaran pipih warna putih.
Baca Juga: Gedebong Pisang Jadi Cemilan Gurih nan Renyah, Resep Dian Hardiani di Ciemas Sukabumi
Simping Febia mendapatkan kepercayaan penuh dari produsen, karena memiliki citarasa yang renyah dan gurih.
Dalam menghadapi tantangan modernisasi, Simping Febia tetap berkomitmen menawarkan produk berkualitas tinggi sehingga mampu menjadi bagian dari perkembangan industri makanan lokal berstandar nasional.
Mengingat jumlah kompetitor yang semakin meningkat, UMKM Simping Febia terus memikirkan strategi perkembangan pasar secara offline maupun online.
Baca Juga: Kicimpring, si Makanan Jadul di Era Modern
Karya UMKM Kabupaten Sukabumi ini menjadi inspirasi bagi masyarakat tanah air untuk terus semangat dalam mengembangkan kreativitas perempuan menjadi nilai tambah ekonomi keluarga.