Selasa, 21 April 2026

Pengakuan Tersangka Dokter PPDS UI yang Diduga Rekam Mahasiswi Mandi: Khilaf, Ada Lubang Angin di Kosan Korban

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Senin, 21 April 2025 | 13:50 WIB
Potret Kasus Dokter PPDS UI rekam mahasiswi mandi lewat ventilasi karena iseng. (Foto Ist)
Potret Kasus Dokter PPDS UI rekam mahasiswi mandi lewat ventilasi karena iseng. (Foto Ist)

FAJARSUKABUMI - Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap motif dari tersangka dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Indonesia (UI) berinisial MAS (39) yang diduga merekam seorang mahasiswi mandi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP M Firdaus menyebut pelaku melakukan aksinya karena iseng di sebuah kos-kosan wilayah Jakarta Pusat.

Firdaus menjelaskan, tersangka saat itu berinisiatif mengambil handphone miliknya untuk merekam kegiatan korban melalui lubang angin atau ventilasi dengan memanjat lewat plafon kosan.

Baca Juga: Viral Skandal Eksploitasi Eks Pemain Sirkus di Taman Safari: Korban Diduga Alami Kekerasan hingga Pelecehan

"Pelaku mengaku iseng karena mendengar seseorang yang sedang mandi," terang Firdaus saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat, pada Senin, 21 April 2025.

"Sehingga pelaku berniat untuk melakukan, merekam terhadap korban yang sedang mandi," tuturnya.

Firdaus kemudian menuturkan terdapat video berdurasi 8 detik usai pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

Baca Juga: Aksi Pelecehan Turis di Bali Disorot Media Asing, Ternyata Banyak Turis yang Buka Layanan Prostitusi

Berdasarkan pengakuan tersangka, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat itu menyebut video itu tidak diperjualbelikan dan hanya menjadi konsumsi pelaku.

"Terkait dengan video yang telah dibuat, itu keterangan pelaku hanya untuk konsumsi sendiri," sebut Firdaus.

"Tidak untuk dijual atau disebarkan ke orang lain," tambahnya.

Baca Juga: 2 Kasus Pelecehan Turis Mancanegara di Indonesia, Dilecehkan dan Diperkosa Lalu Dirampok

Dalam kesempatan yang sama, tersangka dokter PPDS UI itu mengaku baru sekali melakukan aksi pelecehan seksual dan menyebut sebelumnya tak pernah berinteraksi dengan korban.

"Baru sekali, Pak. Sangat menyesal. Saya khilaf, tidak pernah (berinteraksi dengan korban)," ujarnya.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X