Senin, 20 April 2026

Update Kasus Viral Dua Emak-emak di Mojokerto: Lanjutkan Langkah Hukum meski Pemotor Maafkan Aksi Arogan Pengendara Mobil

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Senin, 20 April 2026 | 14:37 WIB
Potret Kasus viral cekcok pengendara mobil dan motor di Mojokerto, Jawa Timur.  (Foto Instagram/polres_mojokerto_kota)
Potret Kasus viral cekcok pengendara mobil dan motor di Mojokerto, Jawa Timur. (Foto Instagram/polres_mojokerto_kota)

Baca Juga: Manchester United Sukses Raih Kemenangan Kembali di Kandang Chelsea Setelah 6 Tahun Perjuangan nya

“Karena perkara belum dicabut, Polisi bisa menghentikan perkara itu ketika korban menyatakan dicabut dan itu sebagai permohonan,” kata pihak Polres Mojokerto Kota dalam video yang diunggah pada Senin, 20 April 2026.

“Tapi, karena ini belum ada pencabutan pelaporan, otomatis perkara ini juga akan kita jalankan dulu. Nanti, bagaimana ke belakangnya, tetap barangkali masih harus follow up pada keluarga korban bagaimana diselesaikan dengan baik,” lanjutnya.

Sementara korban, yakni pemotor bernama Lutviana, mengatakan dirinya sudah memaafkan, tapi jalur hukum tetap berlanjut.

“Hasil mediasi dengan mbaknya tadi, mbaknya minta maaf tapi kita secara manusiawi sudah memaafkan. Tapi, ini kan negaranya negara hukum, jadi semua kasus yang terjadi kemarin saya serahkan ke pihak kepolisian,” kata Lutviana.

Berharap Ada Efek Jera

Lebih lanjut, Lutviana juga menyebut bahwa proes hukum tetap berlanjut agar ada efek jera bagi pelaku dan tindakan serupa.

“Kita harus memberikan efek jera, karena biar dia tidak mengulangi kesalahan yang sama nanti,” ujar Lutviana.

Saat bertemu dengan IM, Lutviana menyampaikan uneg-uneg usai kejadian viral itu.

“Sampean ngeplak (menampar) saya, ngata-ngatain saya di depan umum seakan-akan saya ini ngerebut suamimu. Saya dikatai-katain, semua yang di kebun binatang keluar semua. Kalau dibalik, mau?” Sambungnya.

“Kalau misalnya nanti diulangi di jalan, kasihan yang di jalan. Kemarin itu saya, untuk saya, kalau orang lain?” tukasnya.

IM Mengaku Khilaf dan Berharap Damai

Dengan mengenakan masker hitam, IM menjelaskan bahwa kejadian tanggal 14 April 2026 itu, ia tersulut emosi karena Lutviana memotong jalannya.

“Tersulut emosi, spontan, khilaf. Harapannya semoga dimaafkan karena saya ada anak, kasihan anak saya,” kata IM.

“Posisi saya sama anak di dalam mobil, saya khawatirkan anak saya takut kenapa-napa. Jadi, Bu Lutvi langsung dari kiri ke kanan, di depan ada mobil orang lain, Bu Lutvi ini masuk di tengah-tengah mobil saya dan mobil orang,” terangnya.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X