Sejauh ini, Ariasandy belum membeberkan status dari terduga pelaku dalam insiden perampokan dan penculikan terhadap WNA Ukraina di Bali yang terjadi pada 15 Desember 2024 lalu.
Ariasandy pun mengatakan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku.
"Saat ini yang bersangkutan sementara kita amankan di kantor Ditreskrimum untuk didalami apakah benar terlibat atau tidak," terangnya.
Meski telah melakukan penangkapan terhadap tersangka di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Ariasandy menyebut delapan pelaku lainnya masih dikejar Polda Bali.
Terkait kasus ini, mari menelisik lebih dalam duduk perkara hingga aksi kriminal yang dinilai meresahkan bagi warga di Bali.
Kasus yang Cerminkan Bali Sedang Tidak Baik-baik Saja
Politisi Ni Luh Djelantik meminta kepolisian dan pemerintah Bali bertindak lebih tegas terhadap kasus perampokan yang baru-baru ini terjadi di Bali.
Bagi yang belum tahu, terdapat kasus sekelompok 'Geng Rusia' yang merampok turis Ukraina di Jalan Tundun Penyu, Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada 15 Desember 2024 lalu.
Ni Luh menyoroti terdapat aksi penyiksaan dan perampokan yang dilakukan pelaku terhadap korban dalam kasus tersebut.
Senator RI di Bali itu juga mengungkap kekhawatirannya terhadap aksi serupa yang bisa saja kembali terulang dan menyasar warga lokal.
"Bali sedang tidak baik-baik saja. Kalau bisa terjadi dengan WNA Ukraina, bukan tidak mungkin akan menimpa WNI," ucap Ni Luh melalui unggahan Instagram @niluhdjelantik, pada Kamis, 30 Januari 2025.
Ni Luh juga menilai pengusutan kasus perampokan yang meresahkan di Bali ini harus dilakukan secara tuntas oleh kepolisian demi membuat kawasan Pulau Dewata itu menjadi rumah yang aman bagi masyarakat setempat.
"Tindak tegas. Bersih-bersih agar Bali menjadi rumah yang aman bagi seisinya," tandasnya.
Terkait kasus ini, berikut sejumlah kronologi perampokan yang dilakukan oleh sekelompok Geng Rusia terhadap seorang WNA Ukraina di Bali: