Kemudian Wahyu menyebut, selain dua lubang sumur itu, tim sebenarnya mempersiapkan satu lubang lain. Lubang tersebut disiapkan untuk tempat menghancurkan detonator atau perangkat bahan peledak yang selesai digunakan dalam penghancuran dua sumur sebelumnya.
Nahas, pada saat pemusnahan di lubang ketiga itu sedang disiapkan, ledakan tiba-tiba terjadi.
"Saat tim penyusun munisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang," ungkap Brigjen Wahyu.
Wahyu mengklaim, akibat peristiwa ledakan amunisi di Garut itu menelan korban meninggal dunia sebanyak 13 orang.
"Peristiwa ini mengakibatkan 13 orang meninggal dunia," pungkasnya.
Artikel Terkait
Ada Oknum TNI AL yang Diduga Terlibat dalam Kasus Meninggalnya Juwita, Wartawan Wanita yang Ditemukan Tewas di Banjarbaru
4 Sudah Terbukti Bunuh Kekasihnya, Sikap Oknum TNI AL Pacar Juwita Dibongkar Kakak Korban: Lamaran yang Bersangkutan Tidak Hadir
Terbongkar, Oknum TNI AL Diduga Habisi Jurnalis Juwita di Dalam Mobil: Berencana dari Mau Berangkat
Soal Siswa Nakal Bakal Dikirim ke TNI, Dedi Mulyadi Bongkar Latihan Disiplin-Mandiri di Barak Militer
Dedi Mulyadi Bongkar Pelatihan untuk Siswa Nakal yang Dikirim ke TNI: Bukan Pendidikan Perang
Ramai Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke TNI, Pengamat Justru Sebut Kebijakan Gubernur Jabar Itu Belum Jelas
Desa Cisarua Jadi Target TNI, Ini Tujuannya
Dugaan Pengadaan Satelit di Kemhan RI Jerat 3 Tersangka, Ada Purnawirawan TNI hingga CEO Navayo
Danlanal Bandung Tinjau Lokasi Jembatan Hanyut di Palabuhanratu, TNI AL Siapkan Bantuan Pembangunan
Pasca Viral Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak TNI, Kak Seto: Banyak Orang Salah Sangka