FAJARSUKABUMI – Di tengah upaya pemulihan pascabencana, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjadikan perayaan Hari Nelayan ke-28 di Kecamatan Cisolok sebagai momentum strategis membangkitkan ekonomi lokal berbasis budaya dan pariwisata.
Kegiatan yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pajagan, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kamis 10 Juli 2025, bukan sekadar seremoni tahunan. Melainkan menjadi platform integratif antara pelestarian budaya lokal, promosi pariwisata, dan pengembangan UMKM.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sukabumi, Fuji Widodo menyampaikan bahwa pesta nelayan ini merupakan bentuk nyata inovasi daerah dalam menjawab tantangan pemulihan pascabencana.
Baca Juga: Hari Nelayan ke-65 Palabuhanratu di Tutup Meriah Dengan Pagelaran Budaya Sunda
"Selain pembangunan fisik, kita butuh pendekatan sosial-budaya. Event seperti ini memperkuat pemulihan dari sisi psikologis, ekonomi, dan promosi wisata. Ini menjadi role model sinergi masyarakat, budaya, dan UMKM," ujarnya.
Berbagai atraksi seni tradisional, bazar UMKM unggulan, serta festival budaya lokal turut menyemarakkan acara ini. Cisolok yang merupakan bagian dari Kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark didorong menjadi etalase nasional dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Fuji menegaskan bahwa tradisi nelayan di Cisolok telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari identitas dan daya tarik wisata budaya yang autentik.
Baca Juga: Hari Nelayan Palabuhanratu Masuk KEN 2025, Dorong Ekonomi Daerah Rp 2,2 Miliar
"Kegiatan ini adalah warisan budaya yang tak ternilai harganya. Perlu dijaga bersama karena menjadi kekuatan sosial yang menghidupkan ekonomi dan memperkuat jati diri bangsa," ucapnya.
Lebih jauh, Fuji menyebut, upaya seperti ini selaras dengan visi nasional dalam pengembangan ekonomi kreatif, terutama di sektor maritim, pesisir, dan desa wisata. Ia menilai strategi ini layak diadopsi oleh daerah-daerah lain yang tengah menghadapi tantangan serupa.
"Kabupaten Sukabumi memegang visi menjadi daerah yang mubarakah (maju, unggul, berbudaya, dan berkah). Salah satu misinya adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui sektor agroindustri dan pariwisata," tambahnya.
Baca Juga: Perahu Pagang Karya Nelayan Sukabumi Bertahan di Tengah Modernisasi
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pihak menjaga keamanan dan kelancaran acara sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam memajukan Sukabumi.
Artikel Terkait
Festival Hari Nelayan Palabuhanratu Bakal Dihadiri Gubernur Jabar KDM hingga Pejabat Tinggi Kementerian
Perahu Terbalik Diterjang Angin Kencang, Seorang Nelayan di Agrabinta Hilang
Nelayan yang Hilang di Pesisir Pantai Cikakap Ditemukan, Posisinya Mengambang di Perairan
Hari Nelayan Palabuhanratu Masuk KEN 2025, Dorong Ekonomi Daerah Rp 2,2 Miliar
Hari Nelayan ke-65 Perayaan Penuh Tradisi, Abah Embep Serukan Pelestarian Budaya Pesisir
Hari Nelayan ke-65 Palabuhanratu di Tutup Meriah Dengan Pagelaran Budaya Sunda