FAJARSUKABUMI - Halaman Setda Kota Sukabumi menjadi saksi semangat kebersamaan dalam apel pagi yang berbeda dari biasanya. Kegiatan rutin tersebut dikemas lebih bermakna dengan peluncuran Kick-Off Gerakan Donor Darah oleh PMI Kota Sukabumi dan penyerahan kadeudeuh untuk para juara MTQ ke-39 tingkat Provinsi Jawa Barat.
Apel ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang secara khusus menyampaikan rasa bangganya kepada para kafilah MTQ yang telah membawa nama harum Kota Sukabumi di tingkat provinsi.
“Atas nama Pemerintah Kota Sukabumi, kami mengucapkan terima kasih dan selamat kepada seluruh kafilah dan pendamping MTQH Kota Sukabumi tahun 2025 yang telah mengharumkan nama Kota Sukabumi di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Bobby dalam sambutannya.
Baca Juga: Aksi Unik Damkar Cianjur: Selamatkan Burung Hantu Terjerat Benang Layangan dengan Layangan
Beberapa nama kafilah yang mendapatkan apresiasi antara lain Muhammad Abdul Aziz (Juara 1 Hafalan 500 Hadits beserta sanad), Muhammad Zaki Alfadil (Juara 2 Hafalan 100 Hadits dengan sanad), dan Dewi Napisatu Zahro (Juara 3 Hafalan Qur’an 30 Juz). Tim Fahmil Qur’an dan peserta seni baca serta khat Al-Qur’an juga turut menyumbang prestasi hingga membawa Kota Sukabumi ke posisi ke-11 tingkat provinsi.
Dalam sambutannya, Bobby juga menyoroti pentingnya pembinaan generasi Qur’ani sejak dini. Pemerintah Kota terus menggandeng TP PKK, khususnya Pokja I, untuk menjalankan program tahsin Al-Qur’an di setiap kecamatan.
“Kita ingin membiasakan anak-anak mengaji tidak hanya secara teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran orang tua terhadap makhroj, tajwid, dan hafalan. Ini tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Baca Juga: Penemuan Koin Kuno Gegerkan Warga Pesisir Ujunggenteng, Diduga Peninggalan Zaman Kolonial
Selain itu, momen apel pagi ini juga menjadi ajang seruan kemanusiaan. Gerakan Donor Darah yang digagas PMI Kota Sukabumi hadir sebagai respons atas minimnya stok darah di wilayah tersebut. Data menyebutkan, kebutuhan mencapai 2.000 kantong darah per bulan, namun pendonor aktif masih belum mencukupi.
“Saya menerima laporan bahwa pada 17 Juli lalu stok darah dalam kondisi darurat. Untuk itu, saya menginstruksikan seluruh ASN agar rutin menjadi pendonor darah,” tegas Bobby.
Ia juga menekankan bahwa donor darah tidak hanya penting untuk masyarakat, tetapi juga menyehatkan bagi pendonor itu sendiri. Harapannya, donor darah bisa menjadi budaya positif di kalangan ASN sebuah budaya yang lahir dari empati dan rasa kemanusiaan.
Baca Juga: Rakernas FKDB 2025 Dorong Penguatan Karakter dan Nilai Kekeluargaan Pelaku Usaha Tempe Tahu
Melalui apel pagi yang sarat makna ini, Pemerintah Kota Sukabumi menunjukkan komitmennya dalam menciptakan masyarakat yang sehat, religius, dan berdaya, lewat sinergi antar lembaga, partisipasi masyarakat, dan kepedulian yang tumbuh dari akar bersama.(*)
Artikel Terkait
Pertama Di Dunia, Boles Bola Lengeun Seneu Ponpes Dzikir Al-Fath Pecahkan Rekor Muri Dunia
Pusat Kota Sukabumi Dipadati Jajanan dan Cemilan Selama Dua Hari, Gubernur Dedi Mulyadi Dijadwalkan Hadir
LBH S3 Laporkan Akun Facebook Diduga Lecehkan Tokoh Agama Sukabumi
Rakernas FKDB 2025 Dorong Penguatan Karakter dan Nilai Kekeluargaan Pelaku Usaha Tempe Tahu
Hadiri Pelantikan Asklin, Begini Pesan Bupati Sukabumi
Penemuan Koin Kuno Gegerkan Warga Pesisir Ujunggenteng, Diduga Peninggalan Zaman Kolonial
Aksi Unik Damkar Cianjur: Selamatkan Burung Hantu Terjerat Benang Layangan dengan Layangan