Minggu, 19 April 2026

Ayep Zaki Prioritaskan Efisiensi Belanja Pegawai untuk Dorong Program Pengentasan Pengangguran

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Jumat, 28 November 2025 | 09:00 WIB

FAJARSUKABUMI - Upaya efisiensi belanja pegawai menjadi fokus utama Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam rangka menyehatkan fiskal daerah dan mengalihkan anggaran untuk program penurunan pengangguran.

Belanja pegawai yang saat ini mencapai 49 persen dari APBD dinilai terlalu besar dan berada sekitar Rp179 miliar di atas target perencanaan Kementerian Keuangan.

Ayep Zaki menegaskan bahwa efisiensi tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan strategi untuk memperjuangkan peningkatan taraf hidup masyarakat.

Baca Juga: Kemenko MP Bangun 15 Rumah Warga Terdampak Bencana, Sukabumi Jadi Lokomotif Pelindungan Sosial Adaptif di Indonesia

“Kalau kita bisa efisiensi 50 miliar saja, uang ini dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan pengangguran. Ada banyak yang bisa bekerja. Saya minta ini diperhitungkan,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemkot Sukabumi memastikan tidak akan menambah ASN maupun non-ASN, serta melakukan evaluasi berkala terhadap tenaga non-ASN.

"Kebijakan itu dirancang untuk menghindari munculnya pengangguran baru dan melindungi warga usia produktif, yang saat ini menyumbang angka pengangguran sebesar 8,1 persen," ucapnya

Baca Juga: Perpisahan yang Manis! Ong Kim Swee Berikan Kemenangan pada Pertandingan Terakhirnya bersama Persik Kediri

Selain efisiensi belanja pegawai, Pemkot juga menyiapkan berbagai program pendidikan, seperti beasiswa sarjana dan pelatihan vokasi bagi warga ber-KTP Sukabumi, sebagai upaya memperkuat kemampuan kerja masyarakat.

Di sektor kesehatan, Pemkot telah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk menghadirkan layanan kemoterapi kanker di RSUD Syamsudin, SH (Bunut).

"Ini diharapkan mengurangi kebutuhan warga untuk berobat ke Jakarta atau Bandung," ungkapnya

Baca Juga: 2 Langkah Penting untuk Bangun Industri Asuransi Berkelanjutan: Due Diligence dan Akuntansi yang Jujur

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah turut menargetkan penyediaan 1.000 hektare lahan bagi kawasan industri dan pendidikan.

"Meski saat ini masih terkendala proses perizinan dan tingginya nilai jual tanah, terutama di kawasan Cemerlang," pungkasnya 

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X