pemerintahan

3 Poin Masalah Banjir di Jabar versi Dedi Mulyadi, Salah Satunya Banyak Daerah Rawa yang Diuruk

Sabtu, 15 Maret 2025 | 14:29 WIB
Potret Dedi Mulyadi (Ayuni FS )

 

FAJARSUKABUMI - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menuturkan sejumlah poin penting terkait masalah banjir yang menggenangi wilayah Jabar, pada Rabu, 12 Maret 2025.

Dedi menyebut, bencana banjir yang berdampak di permukiman warga Jabar saat ini terdiri dari tiga masalah utama.

Pertama, terkait alih fungsi kawasan hulu yang sebelumnya menjadi daerah resapan air terdiri atas kawasan gunung, hutan, dan areal perkebunan Jabar.

Baca Juga: Ahok Diperiksa Skandal Pertamina, Eks Komut Perusahaan BUMN Itu Ngaku Senang Bantu Kejaksaan

Dedi menyoroti kini daerah resapan air itu justru dipenuhi kawasan pariwisata yang menggerus areal resapan air dengan jumlah yang cukup tinggi.

Gubernur Jabar itu menjelaskan kini cuaca saat ini masih belum tergolong ekstrem, namun kenyataannya bencana banjir telah terjadi di sejumlah kawasan hulu.

"Sebenarnya dari sisi cuaca sekarang belum dikategorikan hujan ekstrem karena masih di kisaran 20—30 mm, berarti masih relatif rendah menurut saya," tutur Dedi kepada awak media di Jakarta, pada Rabu, 12 Maret 2025.

Baca Juga: DKI Jakarta Resmi Menerapkan Pendidikan Gratis di 40 Sekolah Swasta Gratis Tahun Ini, Ini Syaratnya

Kedua, terjadi permasalahan di bantaran sungai di Jabar yang terjadi penyempitan, kemudian mengalami pendangkalan.

Dedi menyebut, bahkan daerah aliran sungainya kini diisi oleh areal permukiman. Perumahan-perumahan berizin itu mengambil daerah aliran sungai sebagai bibir dari area perumahan tersebut.

"Ketika Kementerian Pekerjaan Umum (PU) zaman itu memagar daerah aliran sungainya, pagarnya malah dijebol," terang Dedi. 

Baca Juga: Update Skandal Korupsi Impor Gula: Nota Keberatan Ditolak, Sidang Tom Lembong Lanjut Tahap Pembuktian

"Ketika terjadi banjir, airnya masuk ke areal perumahan. Ini juga menjadi konsep kami didiskusikan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait," lanjutnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB