FAJARSUKABUMI - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi terus menggencarkan Gerakan literasi digital kepada masyarakat.
Hal itu sebagai upaya mencegah penyebaran hoaks atau berita bohong di masyarakat.
"Langkah ini sangat perlu diambil untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya berita bohong dan mengajarkan cara memilah informasi yang benar," ujar Pranata Humas Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Sukabumi, Riksan Satya Prawira.
Maka dari itu, dirinya memberikan beberapa trik itu untuk mencegah hoaks. Hal itu seperti memeriksa sumber berita. Selain itu, tidak terpancing judul provokatif, memastikan kredibilitas sumber.
"Paling pasti, jangan menyebarluaskan informasi tanpa verifikasi terlebih dahulu," ucapnya.
Dari semua itu, perlu adanya kebijaksanaan dalam menyikapi informasi yang beredar di media digital.
Baca Juga: PWI Jabar Tegaskan Dukungan Penuh untuk KLB 2024, Tolak Plt dan Pembekuan
"Hal itu dapat dilakukan dengan mencari kebenaran informasi telebih dahulu sebelum mencerna setiap informasi yang diterima," ungkapnya.
Berkaitan berita hoaks, dirinya terus menangkal penyebaran informasi yang salah di Kota Sukabumi.
Terutama yang menyangkut Pemerintah Kota Sukabumi dan isu-isu yang berpotensi meresahkan masyarakat.
Baca Juga: Ayu Aulia Bongkar Kondisi Ekonomi Lisa Mariana yang Kesulitan, Ungkap Rumah yang Hampir Roboh
"Kami akan terus mengcounter kabar bohong yang beredar di Kota Sukabumi agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan terpercaya," pungkasnya.