FAJARSUKABUMI — Saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai pro dan kontra atas kebijakan pengiriman siswa bermasalah ke barak militer, SMAN 1 Jampangtengah justru mengambil pendekatan berbeda yang dinilai lebih mendidik dan kolaboratif. Sekolah ini menggandeng personel TNI dari Koramil Jampangtengah untuk menggelar pelatihan kedisiplinan bagi siswa kelas XI.
Selama tiga hari, sebanyak 240 siswa mengikuti kegiatan baris-berbaris, pelatihan bela negara, serta pembinaan karakter yang dipusatkan di lingkungan sekolah. Program ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema bela negara.
Kepala SMAN 1 Jampangtengah, Bahrudin, menyebut program ini telah dilaksanakan dua kali dan memberikan dampak positif. “Anak-anak jadi lebih disiplin dan rajin. Bahkan kebiasaan negatif seperti merokok di toilet menurun drastis,” ujarnya, Selasa (13/5/2025).
Baca Juga: Pasca Viral Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak TNI, Kak Seto: Banyak Orang Salah Sangka
Bahrudin juga menegaskan, tahun ini tak ada satu pun siswa yang perlu dikirim ke barak militer karena seluruh kasus telah tertangani secara preventif dan persuasif melalui pendekatan edukatif.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari orang tua siswa, termasuk dalam penyediaan logistik dan konsumsi selama pelatihan.
Sementara itu, Danramil Jampangtengah, Kapten Inf Budi Hadi Triyadi menjelaskan bahwa pelatihan juga bertujuan menanamkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada generasi muda.
“Generasi muda jangan hanya sibuk dengan TikTok dan game online. Mereka harus disiapkan menjadi pemimpin bangsa ke depan,” tegasnya.
Tak hanya itu, pelatihan ini turut menciptakan kedekatan emosional antara siswa dan personel TNI. Momen mengharukan terjadi saat perayaan HUT TNI, ketika siswa secara spontan datang ke Koramil membawa bunga dan kue ulang tahun sebagai bentuk penghargaan dan kebersamaan.
Salah satu peserta, Zidan, mengaku senang meskipun pelatihan cukup melelahkan.
“Kami belajar disiplin bareng-bareng, jadi makin kompak,” katanya.
Pendapat serupa disampaikan siswa lain, Mada Eliyusti, yang menilai kegiatan ini mempererat solidaritas antar teman.