pemerintahan

Dicecar DPR soal MBG di Daerah Kepulauan dan Terpencil, Kepala BGN Ungkap Pelaksanaan Tidak akan Dilakukan oleh Mitra

Kamis, 3 Juli 2025 | 04:00 WIB
Potret Program MBG sasar 82,9 juta warga, DPR soroti kendala logistik di kepulauan, BGN pastikan layanan tetap berjalan. (Foto Istimewa )

FAJARSUKABUMI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.

Sudah dimulai sejak 6 Januari 2025, MBG di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dipimpin oleh Dadan Hindayana.

Dengan target penerima manfaat MBG 82,9 juta masyarakat Indonesia, Kepala BGN mendapat cecaran pertanyaan dari DPR terkait pelaksanaan MBG di daerah kepulauan.

Baca Juga: Bisa FYP Tanpa Kamera Mahal? Ini 3 Trik Pakai Galaxy S25 Edge

Pasalnya, untuk daerah kepulauan, akses transportasi utama yang bisa dilakukan hanya menggunakan kapal.

Sehingga diperlukan mekanisme yang tepat agar biaya tak makin membengkak.

“Kepulauan itu, Sitaro, Sangihe, dan Talaut, ini pulau-pulau semua Prof, dan kapalnya tidak seperti daerah lain yang lancar, seperti apa itu (mekanisme MBG),” ujar Felly Estelita Runtuwene, pimpinan sidang Komisi IX DPR RI saat rapat bersama MBG di Senayan, Selasa, 1 Juli 2025.

Baca Juga: Insiden Kecelakaan di Perairan Maluku Tewaskan Dua Mahasiswa UGM saat Program PPM, Kegiatan KKN Dievaluasi

“Apakah di setiap pulau itu sudah disiapkan mungkin dapurnya atau seperti apa?” Imbuhnya.

Ia kemudian menuturkan bahwa sempat melakukan pengecekan dan belum ada dapur untuk MBG di pulau-pulau tersebut.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, kemudian meyakinkan bahwa akan ada SPPG yang bertanggung jawab untuk para penerima manfaat.

Baca Juga: Bandingkan dengan Menu MBG, Kepala BGN Klaim 60 Persen Anak Indonesia Sulit Mendapat Makan Gizi Seimbang dan Tak Mampu Beli Susu

“Berapapun jumlah penerima manfaatnya akan ada 1 SPPG dan SDM-nya sedang menunggu 30.000 lebih,” ujar Dadan dalam rapat tersebut.

“Jadi kami sampai tanggal 10 Juli 2025 itu akan mengecek berapa daerah terpencil seperti itu,” terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB