Dadan meyakinkan bahwa BGN akan melakukan pelayanan untuk para penerima manfaat.
“Berapapun jumlahnya, di situ ada 50, 100, ada 20 dilayani oleh 1 SPPG dan di situ bukan oleh investor, tetapi oleh BGN melalui APBN,” ujar Dadan.
“Itu sudah terjadi awal plottingnya dan kami sedang mem-plotting daerah-daerah khusus seperti itu,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa daerah terpencil tidak akan diserahkan oleh mitra karena permasalahan biaya.
“Jadi, untuk daerah-daerah terpencil, kami tidak berikan ke mitra karena mitra tidak mungkin bisa membiayai karena return of investment-nya lama,” tandasnya.
***
Artikel Terkait
Deretan Kasus Keracunan MBG di Sejumlah Daerah di Indonesia Sejak Peluncuran Pertama
Ada Target Percepatan 82,9 Juta Penerima Manfaat MBG di Tahun 2025 Sesuai Instruksi Prabowo, Kemenkeu: Kita Siagakan Rp171 Triliun
Tekad Prabowo Ingin Siswa Makan Sehat dan Bersih, Ceritakan Paspampres Ikut Buka Sepatu saat di Dapur MBG
Marak Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Bantah Ada Pengiritan yang Mempengaruhi Kualitas Makanan
Buntut Kasus KLB Keracunan MBG di Kota Bogor, Kepala BGN Lakukan Evaluasi Pengiriman dan Penyajian Makanan
Sarankan Pakai Produk Lokal, DPR Minta BGN Hentikan Impor Tempat Makan MBG dari China
Bandingkan dengan Menu MBG, Kepala BGN Klaim 60 Persen Anak Indonesia Sulit Mendapat Makan Gizi Seimbang dan Tak Mampu Beli Susu