pemerintahan

Raizal Arifin: Kemerdekaan Bukan Garis Akhir, Indonesia Harus Melangkah Menuju Kejayaan

Selasa, 19 Agustus 2025 | 09:00 WIB
Ketua Umum Persatuan Ummat Islam (PUI), Raizal Arifin

FAJARSUKABUMI - Ketua Umum Persatuan Ummat Islam (PUI), Raizal Arifin, menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia yang telah berusia 80 tahun harus dimaknai sebagai awal perjuangan baru, bukan sebagai garis akhir. Hal itu disampaikannya dalam pernyataan resmi PUI memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, belum lama ini.

Menurut Raizal, meski Indonesia telah bebas dari penjajahan fisik sejak 1945, bangsa ini masih menghadapi tantangan besar berupa kemiskinan, pengangguran, ketimpangan sosial, dan degradasi pendidikan.

“Para pendiri bangsa telah mengusir penjajah dengan darah dan air mata. Tapi hari ini kita masih dijajah oleh kemiskinan, kebodohan, dan korupsi,” ujar Raizal dalam keterangannya yang diterima Pikiran Rakyat.

Baca Juga: Update Klasemen BRI Super League di Pekan Kedua,Persija Jakarta Masih Bertengger di Puncak Klasemen

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sebanyak 26,5 juta warga Indonesia masih hidup dalam kemiskinan. Tingkat pengangguran terbuka berada di angka 4,8 persen.

Sementara itu, laporan Programme for International Student Assessment (PISA) 2023 menempatkan Indonesia pada peringkat 69 dari 81 negara dalam literasi membaca dan matematika.

Dalam aspek ekonomi, Raizal menyoroti data Oxfam yang menunjukkan bahwa 1 persen warga terkaya Indonesia menguasai lebih dari separuh total kekayaan nasional.

Baca Juga: Dramatis! Persijap Jepara Sukses Tumbangkan Sang Juara Bertahan Persib Bandung

“Apakah ini wajah kemerdekaan yang kita cita-citakan bersama? Kita harus jujur, cita-cita dalam Pembukaan UUD 1945 belum sepenuhnya tercapai,” katanya.

Meski demikian, PUI melihat adanya harapan besar dari bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Lebih dari 54 persen penduduk saat ini berasal dari generasi Z dan milenial. Menurut proyeksi, pada 2030 Indonesia akan memiliki sekitar 191 juta penduduk usia produktif.

Raizal menyebut generasi muda sebagai aset emas bangsa, dan meminta negara untuk memberikan ruang yang luas bagi mereka untuk berkembang dan menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Guru 'Beban Negara', Tuai Kritik Dari Akademisi Hingga Tokoh Publik

“Kita harus mencetak generasi yang bukan hanya mencari pekerjaan, tapi menciptakan pekerjaan. Mereka harus menjadi pemain utama dalam arus globalisasi, bukan hanya penonton,” ucapnya.

 

Halaman:

Tags

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB