Dalam kesempatan itu, PUI juga menekankan pentingnya islah sebagai kunci kejayaan bangsa. Islah yang dimaksud meliputi persatuan, perbaikan, dan rekonsiliasi.
“Kita harus merdeka dari perpecahan, dari korupsi yang menggerogoti, dari rasa rendah diri. Setelah itu, kita harus berjaya sebagai bangsa yang cerdas, bermartabat, dan berdaulat,” katanya.
Raizal mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momen 80 tahun kemerdekaan sebagai titik tolak menuju kejayaan nasional. Ia berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi energi kolektif membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.