pemerintahan

Sukabumi Jadi Kota Paling Toleran se-Jawa Barat, Ini “Rahasia” yang Diungkap Wakil Wali Kota

Senin, 17 November 2025 | 08:56 WIB
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana

 

FAJARSUKABUMI - Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, membeberkan kunci keberhasilan daerahnya menjadi kota paling toleran di Jawa Barat sekaligus masuk enam besar kota toleran tingkat nasional.

Menurutnya, capaian itu bukan muncul tiba-tiba, melainkan tumbuh dari budaya lokal yang kuat: reugreug pageh, repeh rapih menjadi semangat yang menegaskan keteguhan, ketenteraman, dan keteraturan dalam kehidupan sosial.

Ekosistem toleransi di Kota Sukabumi terbentuk oleh keberagaman penduduk, infrastruktur ibadah yang lengkap, dan sejarah panjang kerukunan,” ujar Bobby dalam Konferensi Kota Toleran 2025 yang digelar di Singkawang, Kalimantan Barat.

 Baca Juga: Dua Pemancing Terseret Ombak di Pantai Cikeueus, Detik-Detik Kejadian Terekam Video Amatir

Harmoni antarumat beragama di Sukabumi bukan hanya wacana modern, tetapi telah mengakar sejak masa lampau. Di pusat kota, kerukunan itu tampak jelas dari bangunan-bangunan ibadah yang berdiri berdekatan.

Dengan jumlah penduduk 370.096 jiwa, Sukabumi menampung keberagaman agama yang terkelola secara adil.

Masjid Agung Sukabumi yang berdiri sejak 1890, berdampingan dengan Gereja Sidang Kristus. Kota ini juga memiliki Gereja St. Joseph, Pura Giri Wira Dharma, serta Vihara Widi Sakti yang telah hadir sejak awal abad ke-20—semuanya menjadi simbol hidupnya harmoni lintas iman.

Baca Juga: Posyandu Bertransformasi, Ranty Rachmatilah: Bukan Lagi Objek, Tapi Penggerak Utama Pembangunan 

Bobby menjelaskan, posisi Sukabumi dalam Indeks Kota Toleran (IKT) tidak diraih dengan mudah. Perlu kerja konsisten dan komitmen pemerintah dalam menjaga ruang sosial yang aman dan inklusif.

Dalam tujuh tahun terakhir, Sukabumi terus menunjukkan tren positif. Dari peringkat 22 pada 2017, naik menjadi 9 pada 2020, posisi 6 pada 2022, turun sedikit ke 8 pada 2023, dan kembali menempati peringkat 6 pada 2024. Capaian ini bukan hanya angka, tapi bukti kuatnya budaya sosial dan komitmen pemerintah menjaga harmoni,” jelasnya.

Upaya pemerintah tak berjalan sendirian. Sejumlah organisasi aktif memperkuat toleransi di tingkat masyarakat, seperti FKUB, FPK, BKGS, BKVS, dan Forum Pemuda Lintas Agama (FORMULA). Kolaborasi ini menjadi energi penting dalam merawat keberagaman.

 Baca Juga: Ribuan Warga Padati Lapangan Cangehgar, 3FUN Meriahkan HJKS ke-155 di Sukabumi

 

Halaman:

Tags

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB